PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) membukukan pendapatan sebesar Rp287,64 miliar sepanjang triwulan pertama tahun 2026, sebuah capaian yang disebut manajemen sejalan dengan ritme eksekusi kontrak yang terukur di awal tahun fiskal. Kinerja ini juga diperkuat oleh kemampuan perseroan dalam meningkatkan kualitas laba melalui ekspansi margin yang signifikan.
Segmen hotel masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, kontribusinya mencapai 88,37 persen dari total pendapatan. Direktur Utama HAJJ, Saipul Bahri, dalam keterangan resminya pada Selasa (5/5/2026), menyatakan bahwa catatan ini menegaskan posisi kepemimpinan perseroan dalam layanan hotel allotment di Makkah dan Madinah, sekaligus memperkuat basis pendapatan berulang yang dimiliki.
Menurut Saipul, pencapaian pada triwulan I-2026 mengonfirmasi keberhasilan strategi perseroan dalam meningkatkan kualitas laba di tengah persaingan industri perjalanan religi yang kian ketat. Fokus pada segmen hotel dan penerapan disiplin biaya disebutnya telah memperkuat posisi HAJJ di pasar. Meskipun pendapatan disesuaikan dengan ritme eksekusi kontrak di awal tahun, profitabilitas justru mengalami peningkatan substansial.
“Ini menjadi bukti bahwa strategi kami mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas laba,” ujar Saipul.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan meningkat 55 persen menjadi Rp63,80 miliar, dibandingkan Rp41,03 miliar pada triwulan I-2025. Margin laba kotor pun melonjak dari 12,62 persen menjadi 22,18 persen. Pada level operasional, margin laba sebelum pajak (EBT) menguat dari 9,77 persen menjadi 10,37 persen, sementara margin EBITDA naik dari 11,67 persen menjadi 12,11 persen.
Saipul menjelaskan, hasil ini mencerminkan disiplin biaya yang lebih ketat, eksekusi kontrak yang lebih efisien, serta peningkatan kualitas laba yang konsisten pada basis pendapatan yang lebih ramping.
Sementara itu, terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, manajemen HAJJ menegaskan bahwa perseroan secara aktif memantau perkembangan situasi dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keselamatan jamaah. Sejalan dengan pernyataan resmi otoritas Arab Saudi yang menegaskan operasional ibadah haji tetap berjalan sesuai rencana dan aman, HAJJ menilai dampak operasional secara keseluruhan relatif terbatas dan terkendali.
“Kami akan terus berkoordinasi erat dengan mitra dan otoritas terkait untuk memastikan seluruh layanan haji dan umrah berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Saipul.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
BEI Soroti Langkah Bukalapak Pulihkan Defisit Saldo Laba Rp7,1 Triliun