Kepadatan lalu lintas mudik di ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) memaksa pengelola mengambil langkah tegas. Minggu pagi (22/3/2026), skema buka tutup akses secara situasional kembali diterapkan. Ini bukan kali pertama, dan tampaknya juga bukan yang terakhir selama puncak arus mudik ini.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni, menjelaskan langkah tersebut. "Buka tutup akses masuk ruas Jalan Layang MBZ yang mengarah ke Cikampek kembali diberlakukan sejak tadi pagi pukul 09.10 WIB," ujarnya dari Cikarang, Bekasi.
Menurutnya, skema ini murni upaya mengurai kemacetan. Tujuannya jelas: mencegah penumpukan kendaraan di titik pertemuan antara jalan layang MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada. Di sisi lain, keselamatan dan kelancaran lalu lintas jadi prioritas utama.
Pemantauan dilakukan terus-menerus, tentu saja bersama kepolisian. Nantinya, akses akan dibuka kembali begitu kondisi dinilai sudah normal dan benar-benar terkendali. Semuanya tergantung situasi di lapangan.
Data lalu lintas harian menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Pada Sabtu (21/3/2026), volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta via ruas MBZ melonjak 76,43 persen dibanding hari biasa. Angkanya mencapai 53.366 kendaraan, jauh dari normal yang hanya sekitar 30.247.
Kenaikan ini terjadi sepanjang hari. Pagi hari naik 35,69 persen. Siangnya lebih gila lagi, melonjak 88,21 persen. Tapi puncaknya ada di malam hari, dengan kenaikan fantastis hampir 196 persen! Bayangkan keramaiannya.
Berbeda dengan arus keluar Jakarta, arus menuju Jakarta justru relatif stabil. Volume kendaraannya tercatat 26.985, malah turun sedikit 0,65 persen dari kondisi normal. Ini mengonfirmasi bahwa mayoritas pemudik memang sedang dalam perjalanan meninggalkan ibu kota.
Secara total, kendaraan yang melintas di kedua arah tembus 80.351 unit. Angka itu dengan jelas menggambarkan betapa tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran. Arus balik nanti, mungkin ceritanya akan berbeda.
PT JJC tak henti mengingatkan para pemudik. Pastikan kondisi pengemudi dan kendaraan prima sebelum berangkat. Cek bahan bakar atau daya listrik untuk kendaraan elektrik. Cuaca juga bisa berubah sewaktu-waktu; hujan bisa mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin. Kehati-hatian adalah kunci.
Bagi yang masih dalam perjalanan, informasi terkini bisa diakses melalui pusat panggilan Jasa Marga di 133. Media sosial @PTJASAMARGA dan aplikasi Travoy 4.5 juga bisa jadi andalan untuk update kondisi jalan. Selamat mudik, dan utamakan keselamatan.
Artikel Terkait
Sahroni Usul Masa Jabatan Polri di Lembaga Sipil Maksimal Tiga Tahun
Gubernur Maluku Utara Syok Lihat Kakek 80 Tahun Punya Istri Jauh Lebih Muda
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif