Ia melanjutkan, poin data ini krusial. Menurutnya, dengan data yang baik, jangkauan program perlindungan dan pemberdayaan akan lebih tepat sasaran. “Ini sungguh-sungguh menjadi perhatian kita bersama,” sambung Gus Ipul, menutup penjelasannya.
Kembali ke tragedinya, korban adalah seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR. Ia ditemukan meninggal di sebuah pohon pada akhir Januari lalu. Saat mengevakuasi, polisi menemukan sepucuk surat berbahasa Bajawa yang ditulis tangan. Surat itu ditujukan untuk sang ibu.
Hingga kini, penyelidikan masih berjalan. Polisi mendalami semua kemungkinan, termasuk laporan bahwa korban sempat kecewa lantaran tak dibelikan alat tulis oleh ibunya. Kondisi ekonomi keluarga disebut-sebut menjadi kendala utamanya. Sebuah cerita pilu yang meninggalkan banyak tanda tanya dan kepedihan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Teluk Persia dengan Ranjau Laut Jika Diserang AS-Israel
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran
Jasa Marga Terapkan Satu Arah di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta