Suasana hening di SMPN 2 Marga, Tabanan, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Rabu lalu, tepatnya tanggal 4 Februari 2026, belasan siswi di sekolah itu mengalami kerauhan atau kesurupan massal. Kejadiannya berlangsung saat acara literasi internal sekolah sedang digelar.
Menurut Plt Kepala Sekolah, Ni Made Dian Kurnia, semuanya berawal dari persembahyangan bersama yang membuka kegiatan. Ritualnya baru saja dimulai ketika tiba-tiba salah seorang siswi menunjukkan gejala tak wajar. Gadis itu langsung dibawa ke ruang guru.
Namun begitu, bukannya reda, situasi justru makin runyam di dalam ruangan. Siswi tadi berteriak histeris. Suaranya, rupanya, memicu reaksi berantai.
Artikel Terkait
Indonesia Siaga Karhutla, Refleksi 1998: Antara Faktor Alam, Kesalahan Manusia, dan Pelajaran Diplomasi
Lima Orang Terluka dalam Tabrakan Dua Mobil di Jalan Raya Bojonegoro
Korlantas Terapkan Sistem One Way di Tol Cikampek Akibat Lonjakan Arus Lebaran
BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik Lebaran 2026