Suasana hening di SMPN 2 Marga, Tabanan, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Rabu lalu, tepatnya tanggal 4 Februari 2026, belasan siswi di sekolah itu mengalami kerauhan atau kesurupan massal. Kejadiannya berlangsung saat acara literasi internal sekolah sedang digelar.
Menurut Plt Kepala Sekolah, Ni Made Dian Kurnia, semuanya berawal dari persembahyangan bersama yang membuka kegiatan. Ritualnya baru saja dimulai ketika tiba-tiba salah seorang siswi menunjukkan gejala tak wajar. Gadis itu langsung dibawa ke ruang guru.
Namun begitu, bukannya reda, situasi justru makin runyam di dalam ruangan. Siswi tadi berteriak histeris. Suaranya, rupanya, memicu reaksi berantai.
Artikel Terkait
Utang Tak Dibayar, Pria Sidoarjo Dijemput Paksa dan Dianiaya Massa
Di Balik Canda Purnabakti Arief Hidayat: Kisah Ajakan yang Mengubah Takdirnya di MK
Ketua Komisi VII Soroti Menteri Pariwisata: Jawaban Harusnya di Rapat, Bukan di Medsos
Ribuan Cacahan Uang Serbu TPA Liar di Bekasi, Asal-Usulnya Masih Misteri