Ribuan Cacahan Uang Serbu TPA Liar di Bekasi, Asal-Usulnya Masih Misteri

- Rabu, 04 Februari 2026 | 13:05 WIB
Ribuan Cacahan Uang Serbu TPA Liar di Bekasi, Asal-Usulnya Masih Misteri

Warga Kecamatan Setu, Bekasi, digegerkan oleh penemuan yang tak biasa. Di sebuah tempat pembuangan sampah liar, terhampar ribuan cacahan kertas berwarna merah dan biru. Banyak yang menduga, itu adalah sisa-sisa uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sengaja dimusnahkan.

Potongan-potongan itu berserakan di antara tumpukan sampah lainnya, bahkan ada yang dibungkus dalam karung. Begitu foto-fotonya beredar di media sosial, kejadian ini pun langsung menjadi viral dan memantik beragam tanya.

Menanggapi temuan itu, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi pun turun ke lokasi. Mereka mendatangi TPS liar di Desa Taman Rahayu pada Jumat (30/1) lalu. Uniknya, kedatangan mereka awalnya bukan untuk menyelidiki uang, melainkan untuk memeriksa kabar adanya limbah medis di tempat itu.

“Dalam peninjauan tidak ditemukan limbah medis, maupun sludge seperti yang diberitakan media,” jelas Dedi Kurniawan, Humas DLH Kabupaten Bekasi.

Namun begitu, lanjutnya, petugas justru menemukan sesuatu yang lain sama sekali.

“Namun ditemukan cacahan uang berwarna merah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Memang, di lokasi juga ditemukan kantung plastik kuning yang biasa dipakai untuk limbah medis. Tapi kantong itu kosong. Fokus pun beralih pada serpihan kertas berwarna yang diduga kuat berasal dari uang tunai itu.

Sampai saat ini, asal-usul cacahan uang tersebut masih menjadi misteri. Pihak DLH Bekasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup masih terus menelusuri siapa yang membuang sampah aneh itu.

“Selanjutnya KLH akan berkoordinasi dengan pemilik tanah serta RT setempat untuk menggali informasi lebih lanjut terkait sumber sampah pihak pengangkut dan penghasilnya,” pungkas Dedi.

Di sisi lain, warga sekitar masih dibayangi rasa penasaran. Siapa, dan untuk alasan apa, uang dalam jumlah yang mungkin tidak sedikit itu justru berakhir dicacah dan dibuang begitu saja di tempat sampah?

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar