Dunia medis Indonesia kembali berduka. Seorang dokter muda yang tengah menjalani masa internship, dr. Myta Aprilia Azmy, meninggal dunia saat bertugas di Jambi pada 1 Mei lalu. Kepergiannya diduga kuat akibat beban kerja yang berlebihan hingga kondisi kesehatannya terus menurun.
Kepergian dr. Myta bukanlah kasus pertama. Dalam tiga bulan terakhir, ia menjadi dokter internship keempat yang dilaporkan meninggal dunia. Rangkaian peristiwa ini memicu kekhawatiran serius di kalangan tenaga kesehatan, terutama terkait beban kerja yang tak terkendali, minimnya perlindungan hukum, serta persoalan sistemik dalam pendidikan kedokteran di Tanah Air.
Merespons situasi ini, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Tjandra Yoga Aditama, mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembenahan total terhadap sistem internship dokter. Ia menilai, kasus-kasus kematian yang terjadi secara beruntun bukan lagi sekadar insiden terisolasi, melainkan indikasi kegagalan sistemik.
“Kita tentu sekali lagi berduka dengan dr. Myta, tapi ada teman tiga orang lain yang juga meninggal dalam satu hingga tiga bulan sebelumnya. Jadi kalau sudah ada empat kasus, menurut saya, selain audit investigatif kasus-per-kasus, saya sangat mengusulkan dilakukan evaluasi terhadap program internship ini secara keseluruhan,” ujar Tjandra dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Rabu, 6 Mei 2026.
Di sisi lain, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jambi telah bergerak dengan mengawal tim investigasi Kementerian Kesehatan ke RSUD Kuala Tungkal, tempat dr. Myta bertugas. Langkah ini diharapkan mampu mengungkap fakta di balik tekanan kerja yang dialami para dokter magang, sekaligus menjadi titik awal perbaikan sistem yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026