Penolakan Warga Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung, Mensos: Lahan Sudah Clear and Clean

- Rabu, 06 Mei 2026 | 14:30 WIB
Penolakan Warga Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung, Mensos: Lahan Sudah Clear and Clean

Menteri Sosial Saifullah Yusuf angkat bicara mengenai gelombang penolakan yang menghambat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengungkapkan bahwa proyek tersebut sejatinya merupakan hasil kerja sama lintas kementerian yang telah melalui serangkaian prosedur ketat.

Menurut penjelasannya, pembangunan fisik Sekolah Rakyat menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, pengusulan program berasal dari Kementerian Sosial setelah berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah setempat. “Di mana kita tahu lahannya disediakan oleh pemerintah daerah ya, kemudian baru dilakukan asesmen oleh kementerian PU agar memenuhi semua syarat-syarat yang telah ditetapkan,” kata Gus Ipul kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jakarta, Rabu (5/6/2026).

Ia menegaskan bahwa proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebelum alat berat mulai bekerja, ada sederet persyaratan teknis yang wajib dipenuhi. “Jadi ada syarat-syaratnya itu, mulai dari Amdal, kontur tanah, banyak sekali gitu ya. Salah satunya kalau sudah clear and clean tanahnya baru eh Kementerian PU melakukan pembangunan,” ujarnya.

Pemilihan lokasi, lanjut Gus Ipul, juga telah melalui tahap penelitian yang mendalam dan cermat. “Nah tanah-tanah yang sudah clear and clean dengan satu apa ya penelitian yang ketat dan cermat oleh kementerian PU dan kami mendampingi, ditetapkanlah sejumlah titik yang memang benar-benar bisa dimulai pembangunannya,” jelasnya.

Meskipun secara administratif lahan di Temanggung dan Wonosobo dinyatakan memenuhi syarat atau clear and clean, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya dinamika sosial yang tidak terduga. “Nah ada beberapa titik tadi disebut Wonosobo dan Temanggung, dari sisi tanah sudah clear and clean tetapi khusus di Temanggung tanahnya masih ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat. Ya dengan masyarakat setempat yang belum bisa ada titik temu dengan Pak Bupati sehingga pembangunannya terhambat sampai sekarang,” ungkap Gus Ipul.

Di sisi lain, situasi di Wonosobo menunjukkan perkembangan yang berbeda. Proyek di wilayah tersebut dilaporkan sudah mulai berjalan meskipun belum sepenuhnya mulus. “Sementara Wonosobo itu bisa dibangun sebagian tapi sebagian lagi masih bermasalah yang insyaallah dalam beberapa waktu ke depan saya dapat informasi bisa diselesaikan. Tetapi pembangunannya sudah mulai berjalan kalau yang di Wonosobo. Tapi khusus di Temanggung sama sekali belum bisa berjalan karena masih ada permasalahan dengan warga setempat,” katanya.

Gus Ipul menyerahkan proses penyelesaian sengketa ini kepada kepala daerah masing-masing melalui jalur musyawarah. Ia berharap komunikasi yang baik antara pemerintah kabupaten dan warga dapat segera menemukan titik temu. “Tentu ini kami akan menunggu Pak Bupati bagaimana bisa musyawarah dengan baik dengan warga yang kebetulan berada di lahan yang telah dinyatakan clear and clean tersebut. Itu yang pertama,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar