Transaksi Digital Syariah BSN Tembus Rp2,84 Triliun, Bank Kucurkan Pembiayaan Properti Rp56,5 Triliun

- Rabu, 06 Mei 2026 | 14:55 WIB
Transaksi Digital Syariah BSN Tembus Rp2,84 Triliun, Bank Kucurkan Pembiayaan Properti Rp56,5 Triliun

Volume transaksi layanan perbankan digital syariah Bale Syariah by BSN tercatat mencapai Rp2,84 triliun dari total 1,2 juta transaksi hingga April 2026. Angka ini menjadi salah satu indikator pertumbuhan bisnis PT Bank Syariah Nasional (BSN) yang kian agresif di segmen ritel dan properti.

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan bank tersebut tumbuh 22 persen menjadi Rp56,5 triliun. Kinerja itu telah memberikan manfaat bagi lebih dari 1,34 juta nasabah di seluruh Indonesia. Ekspansi ini, menurut manajemen, tidak lepas dari performa keuangan yang impresif hingga penutupan Maret 2026.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan hal tersebut saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Realestat Indonesia (REI) di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026). Kolaborasi strategis ini bertujuan mengembangkan layanan perbankan syariah serta memperkuat ekosistem hunian yang terintegrasi dan berkelanjutan di tanah air.

“Komitmen Bank BSN untuk menjadikan sektor properti sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi syariah nasional, sejalan dengan peran REI dalam mendorong pengembang menghadirkan hunian berkualitas bagi masyarakat,” kata Alex dalam pernyataan yang dikutip Rabu (6/5/2026).

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan produk pembiayaan perumahan, program edukasi dan sosialisasi bagi pengembang serta masyarakat, serta dukungan terhadap proyek hunian yang terintegrasi dengan sistem keuangan syariah. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sebagai bagian dari BTN Group, Bank BSN menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun 2026. Angka itu naik 34,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Untuk segmen KPR komersial, bank ini menawarkan margin kompetitif mulai 2,65 persen fixed selama tiga tahun serta produk inovatif BSN Golden Deal yang mengintegrasikan kepemilikan rumah dengan investasi emas.

“Bank BSN ingin hadir bukan hanya saat rumah sudah siap dijual, tetapi juga sejak proses pengembangan proyek, pembiayaan lahan, hingga akhirnya rumah tersebut dimiliki oleh masyarakat,” tutur Alex.

Selain pembiayaan, Bank BSN juga menyediakan layanan Cash Management System, payroll, virtual account, hingga QRIS untuk mendukung operasional para pengembang anggota REI secara lebih efisien. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menegaskan komitmen menciptakan ekosistem hunian yang menjunjung nilai keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup pemanfaatan jasa layanan perbankan syariah sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami berharap melalui kerja sama kedua belah pihak ini agar dalam penyaluran kredit ke anggota REI, kedua pihak bisa lebih profesional dan lebih baik,” ujar Joko.

Ke depan, kerja sama antara Bank BSN dan REI akan terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di industri properti demi mendorong akses hunian yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar