LVMH, konglomerat barang mewah asal Prancis, dikabarkan akan melepas sejumlah asetnya, termasuk label fesyen Marc Jacobs, kepemilikan saham di Fenty Beauty, serta Joseph Phelps Vineyards. Langkah ini diambil di tengah menurunnya permintaan di segmen barang mewah global.
Jika seluruh proses penjualan berhasil, ketiga aset tersebut diperkirakan menghasilkan miliaran euro bagi perusahaan. Dana itu rencananya akan diinvestasikan kembali ke dalam bisnis inti LVMH. Keputusan ini sekaligus menambah daftar panjang merek yang telah dilepas perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam satu tahun terakhir, LVMH yang dipimpin Bernard Arnault telah melepas kepemilikan atas Off-White, DFS, dan 49 persen saham di Stella McCartney. Pelepasan aset-aset yang dinilai kurang menguntungkan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengelola biaya operasional di tengah portofolio yang kini menaungi 75 merek fesyen dan gaya hidup mewah.
Saat ini, LVMH tengah memfokuskan diri pada merek-merek dengan kontribusi pendapatan tinggi, seperti Louis Vuitton dan Dior. Meski begitu, kedua merek andalan itu pun mencatatkan penurunan penjualan sejak 2023.
“LVMH jelas-jelas tengah mengecek mana merek yang kurang menghasilkan di portofolio mereka, merek mana yang menyeret margin grup,” ujar analis Bernstein, Luca Solca.
Langkah ini dinilai tidak biasa bagi LVMH. Bernard Arnault dikenal membangun imperium bisnisnya melalui serangkaian akuisisi besar, yang pada masanya tidak selalu disambut positif oleh media. Sejak tahun 2000, LVMH telah mengakuisisi 206 merek, termasuk pembelian produsen perhiasan asal Amerika Serikat, Tiffany, senilai 16 miliar dolar AS, serta Bvlgari senilai 4,3 miliar dolar AS.
Di periode yang sama, LVMH tercatat menjual 122 merek, tetapi dalam skala yang relatif kecil. Beberapa di antaranya adalah merek fesyen Donna Karan dan merek kaus Thomas Pink.
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah LVMH lebih sering merampingkan struktur portofolionya alih-alih menambah aset,” kata seorang analis segmen barang mewah.
Meski demikian, LVMH disebut tidak berada dalam tekanan untuk segera menjual aset-aset tersebut. Perusahaan memiliki utang yang terbatas dan arus kas bernilai lebih dari 11 miliar euro hingga tahun 2025.
Selain Marc Jacobs, Fenty Beauty, dan Joseph Phelps Vineyards, LVMH juga dikabarkan tengah menjajaki penjualan merek kecantikan lain, seperti Make Up Forever dan Fresh. Langkah ini akan membantu LVMH memusatkan perhatian pada bisnis Dior Beauty dan Guerlain.
Sementara itu, merek Marc Jacobs disebut-sebut akan dilepas ke Authentic Brands Group dengan nilai penjualan sekitar 1 miliar dolar AS. Adapun LVMH memiliki 50 persen saham di Fenty Beauty, merek kecantikan yang didirikan oleh Rihanna, dengan nilai estimasi antara 1,5 miliar hingga 2,5 miliar euro.
Artikel Terkait
Batas Pelaporan SPT Tahunan Berakhir, DJP Terapkan Denda Otomatis Rp100 Ribu via Coretax
Mendikdasmen Buka Suara soal Nasib Guru Non-ASN yang Terancam Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027
KPK Periksa Kadis PUPR Cilacap sebagai Saksi Kasus Pemerasan Bupati Nonaktif
Bupati Banyumas: Pengalaman di Luar Kampus Jadi 60 Persen Bekal Masuk Dunia Kerja