Suasana di Kelurahan Manuruki, Tamalate, Makassar, masih terasa mencekam. Warga dihantui duka setelah seorang pria, Sultan Said (55), meninggal dunia dalam insiden yang melibatkan ancaman senjata tajam. Yang membuatnya lebih menyedihkan, pelaku yang mengacungkan parang itu adalah kakak iparnya sendiri, Hasjaya (51).
Menurut keterangan yang beredar, semuanya berawal dari cekcok di antara mereka berdua. Emosi memanas, hingga Hasjaya dikabarkan mengejar Sultan sambil membawa parang. Dalam kepanikan, korban pun berlari sekuat tenaga untuk menghindari ancaman itu.
Namun, nasib berkata lain.
“Pelaku sempat mengejar korban sambil mengancam menggunakan parang. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari, namun terjatuh dan pingsan,”
kata Nurbaya, istri almarhum, dengan suara bergetar.
Sultan Said langsung dilarikan ke RS Haji Makassar, tapi sayangnya nyawanya tak tertolong. Polisi yang menyelidiki kasus ini menduga kuat ada faktor lain yang memperparah keadaannya. Selain trauma akibat dikejar, Sultan disebut-sebut memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisi fisiknya mungkin tak sanggup menahan beban saat berlari ketakutan, yang berakhir dengan jatuh pingsan dan kematian.
Artikel Terkait
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri
Menteri Amran Gelar Open House dan Ziarah Keluarga di Kampung Halaman Bone
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar