Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sudah berjanji. Begitu pemerintah pusat menetapkan aturannya, Pemprov DKI akan segera mengumumkan angka Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Dan ya, angkanya dipastikan bakal naik.
"Bismillah, Jakarta selesai lebih dari itu, lebih cepat," tegas Pramono di Balai Kota, Rabu lalu.
Soal besaran kenaikannya? "Pasti ada kenaikan. Karena alpha-nya ada range-nya, tinggal disesuaikan dengan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya," lanjutnya.
Menurutnya, laporan dan arahan dari pusat sudah diterima. Posisi Pemprov DKI sekarang adalah mencari titik tengah yang adil. Pramono berjanji tidak akan memihak secara berlebihan.
"Pemerintah DKI Jakarta akan menjadi juri yang adil bagi buruh dan juga pengusaha. Saya sudah meminta agar segera diadakan rapat, kita tidak boleh terlambat," ujarnya.
Intinya, semua formula dan rentang angkanya sudah jelas terpampang. Tinggal bagaimana caranya menemukan kesepakatan di dalam rentang itu. "Angkanya kan sudah ada range-nya, tinggal di range itu kita cari jalan keluar antara pengusaha dengan buruh," jelas Pramono.
Nah, soal angka alpha yang jadi perdebatan berkisar antara 0,5 sampai 0,9 Pramono mengaku belum ada keputusan final. "Belum, belum diputuskan. Demokrasi harus ada," cetusnya. Prosesnya masih harus dibicarakan lebih lanjut.
Di sisi lain, dari pemerintah pusat, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tampak optimis. Tenggat waktu pengumuman UMP yang ditetapkan paling lambat 24 Desember 2025 dinilai masih sangat mungkin dipenuhi.
"Insyaallah kita optimis satu minggu, karena prosesnya itu sebenarnya bukan mulai dari sekarang nolnya," kata Yassierli dalam sebuah konferensi pers.
Dia beralasan, koordinasi intensif dengan Dewan Pengupahan Daerah sudah berjalan lebih dari sebulan. Jadi, bahasan dasarnya sudah matang.
"Yang memang yang belum itu (sebelumnya) adalah gong dari pak presiden, dan ternyata memang pak presiden menetapkan rentang 0,5 sampai 0,9 dan saya optimis insyaallah seminggu ini bisa dimanfaatkan. Apalagi formulanya tetap, jadi hanya masalah alfa," tambahnya.
Jadi, semua mata kini tertuju pada proses demokratis di tingkat provinsi. Jakarta, seperti dijanjikan Anung, berusaha menjadi yang terdepan dalam mengumumkan angka yang dinanti-nanti jutaan pekerja itu.
Artikel Terkait
Jasamarga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Km 23-28 Akibat Penanganan Jalan
Pemerintah Pastikan BLT Kesra Berakhir 2025, Tidak Dilanjutkan Tahun 2026
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk