Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:45 WIB
Rakornas 2026 di Sentul: Kunci Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas

Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor akan menjadi tuan rumah perhelatan penting pada Senin, 2 Februari 2026 mendatang. Di sana, pemerintah pusat dan daerah akan berkumpul dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Menurut Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan, forum ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia menyebut Rakornas punya peran krusial untuk mengokohkan hubungan antara Jakarta dan daerah-daerah.

"Forum ini relevan dan strategis," ujar Benni.

Baginya, Rakornas adalah wadah untuk membangun kesamaan arah. Tanpa koordinasi yang rapat, kebijakan nasional bisa saja melenceng saat diimplementasikan di lapangan. Padahal, keselarasan itu sangat dibutuhkan untuk mendorong program-program prioritas Presiden. Targetnya jelas: Indonesia Emas 2045.

Nah, tahun 2026 sendiri punya makna khusus. Itu adalah tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang mengusung visi "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045". Visi itu, tentu saja, butuh kerja sama dan tekad yang satu dari semua pihak. Itulah mengapa Rakornas kali ini dianggap semakin relevan.

Acara yang akan dihadiri oleh kepala daerah dan seluruh jajaran Forkopimda ini menempatkan para pemimpin daerah sebagai motor penggerak. Mereka dianggap ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, Benni menegaskan peran mereka vital untuk memastikan target program prioritas benar-benar tercapai.

Rakornas diharapkan bisa menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan menyelaraskan langkah. Dengan kata lain, membangun sinergi.

"Keseluruhan upaya tersebut diformulasikan untuk menjawab permasalahan dan mempercepat pembangunan yang memberikan dampak nyata dan dirasakan oleh masyarakat," jelas Benni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/1).

Di sisi lain, forum ini juga dinilai signifikan karena sifatnya yang lintas sektor. Ia melibatkan tidak hanya unsur pemerintahan, tetapi juga penegak hukum. Forkopimda, misalnya, punya peran strategis yang kompleks: menjaga stabilitas sosial politik, menyelesaikan persoalan daerah, dan mendukung kelancaran pemerintahan.

Pada akhirnya, dengan pendekatan kolaboratif, Rakornas 2026 diharapkan bisa menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia harus menjadi instrumen strategis yang menjembatani kebijakan nasional dengan realitas dan dinamika di daerah. Harapannya, hubungan pusat-daerah jadi lebih solid, adaptif, dan tanggap dalam menghadapi segala tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler