Ledakan besar mengguncang kawasan Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat. Militer Iran, lewat pasukan Garda Revolusinya (IRGC), dengan cepat mengklaim bertanggung jawab. Mereka menyatakan telah menghancurkan gudang amunisi milik Amerika Serikat di pangkalan itu.
Ini bukan serangan acak. Menurut pernyataan resmi ke-41 IRGC terkait Operasi True Promise 4, aksi tersebut adalah bagian dari operasi balasan yang mereka sebut "akurat dan menghancurkan". Target utamanya jelas: depot amunisi pusat AS di Al Dhafra Air Base.
Dampaknya langsung terasa. Laporan dari media Iran, Tasnimnews, menyebut insiden itu memicu perintah evakuasi mendadak di dalam fasilitas militer AS tersebut. Bahkan, pesawat-pesawat tempur Amerika yang ada di pangkalan itu konon harus segera dipindahkan ke lokasi lain yang lebih ke pedalaman. Tujuannya jelas, menghindari kerusakan lebih parah jika serangan lanjutan terjadi.
Artikel Terkait
Mantan Pimpinan MPR/DPR Bahas Stabilitas dan Anggaran dalam Forum Kebangsaan
Israel Perpanjang Larangan Sekolah Tatap Muka Dua Hari Lagi, Waspadai Eskalasi dengan Iran
Analisis: Dinamika Politik Domestik dan Geopolitik Global dalam Ketegangan Iran-Israel-AS
HNW Dorong Indonesia Jadi Pelopor RUU Anti-Islamofobia