Film ‘Dukun Magang’ Siap Hadirkan Komedi Horor dengan Porsi Tawa Lebih Dominan, Tayang Juni 2026

- Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Film ‘Dukun Magang’ Siap Hadirkan Komedi Horor dengan Porsi Tawa Lebih Dominan, Tayang Juni 2026

Film Dukun Magang bersiap meramaikan bioskop Tanah Air dengan menawarkan perpaduan genre komedi dan horor yang tidak biasa, di mana porsi humor sengaja dibuat lebih dominan dibandingkan unsur seramnya.

Produksi dari Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures ini diperkuat oleh jajaran pemain yang memadukan aktor dan komika. Jefan Nathanio dipercaya memerankan tokoh Raka, sementara Hana Saraswati berperan sebagai Sekar dan Fajar Nugra memerankan Boiman. Sejumlah nama lain seperti Dodit Mulyanto, Wira Nagara, Mang Osa, Adi Sudirja, Mo Sidik, Yan Patroman, serta Salsabila Zahra turut meramaikan cerita. Kehadiran para komedian menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Karakter-karakter unik yang menghuni Desa Kalimati dirancang untuk menghadirkan gelak tawa di tengah suasana mencekam.

Fajar Nugra mengungkapkan bahwa unsur komedi dalam film ini telah dipersiapkan secara matang sejak tahap pengembangan cerita. Menurutnya, proses penulisan dan pembacaan naskah menjadi kunci agar humor yang disajikan terasa efektif saat proses syuting berlangsung.

"Semua komedi sudah dibuat sebelum syuting, di proses menulis dan diproses reading. Syuting tinggal jalanin apa yang sudah dibuat. Jadi saat syuting bisa fokus sama acting dan gimana cara bawain karakternya, karena komedinya sudah matang sebelum syuting," kata Fajar Nugra di Jakarta.

Disutradarai oleh Chiska Doppert, Dukun Magang mengangkat kisah Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir yang tengah berada dalam situasi sulit. Berkali-kali mengalami penolakan terhadap proposal skripsinya, Raka akhirnya memilih tema penelitian yang selama ini tidak pernah ia percayai, yakni dunia perdukunan. Keputusan tersebut membawanya menuju Desa Kalimati, sebuah wilayah terpencil yang masih mempertahankan tradisi dan ritual mistis. Bagi Raka yang dikenal skeptis terhadap hal-hal gaib, perjalanan ini semula hanya dianggap sebagai bagian dari kebutuhan akademis demi menyelesaikan kuliahnya.

Dalam petualangannya, Raka tidak berangkat seorang diri. Ia ditemani Boiman, sahabatnya yang mudah panik namun selalu setia, serta Sekar, rekan kampus yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Desa Kalimati dan memahami berbagai adat yang berlaku di sana. Namun sesampainya di desa tersebut, penelitian yang awalnya terlihat sederhana berubah menjadi rangkaian kejadian tak terduga. Raka dan teman-temannya mulai berhadapan dengan berbagai ritual misterius, warga yang menyimpan banyak rahasia, hingga gangguan dari sosok gaib yang dikenal sebagai Kuntilanak Hitam.

Konflik semakin memanas ketika keberadaan entitas tersebut tanpa sengaja terusik. Sejak saat itu, berbagai teror supranatural mulai menghantui kehidupan mereka. Situasi yang awalnya bertujuan untuk kepentingan akademis berubah menjadi perjuangan untuk bertahan menghadapi ancaman yang sulit dijelaskan secara logis.

Film ini mengangkat konsep hierarki kekuatan kuntilanak yang jarang dibahas dalam film Indonesia, khususnya sosok Kuntilanak Hitam yang digambarkan memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan kuntilanak pada umumnya. Hana Saraswati menjelaskan bahwa proses riset terhadap mitos tersebut membuka wawasan baru bagi para pemain. Menurutnya, masyarakat selama ini hanya mengenal kuntilanak berwujud perempuan berbaju putih dengan rambut panjang, padahal dalam sejumlah kepercayaan terdapat variasi lain yang menunjukkan tingkatan kekuatan berbeda.

"Untuk kuntilanak, memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya. Warnanya putih, rambutnya panjang, adanya di atas pohon. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut, ternyata kuntilanak itu bisa beda warnanya sesuai dengan kekuatannya. Ada yang merah, ada yang hitam," ujar Hana.

Film Dukun Magang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar