Kapolri Tegaskan Persatuan Kunci Hadapi Tantangan di Safari Ramadan Riau

- Rabu, 18 Maret 2026 | 03:20 WIB
Kapolri Tegaskan Persatuan Kunci Hadapi Tantangan di Safari Ramadan Riau

Pekanbaru, Riau – Suasana Masjid Al-Adzim di lingkungan Polda Riau sore itu ramai. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir di tengah tokoh agama, perwakilan mahasiswa, serikat pekerja, hingga kelompok ojek online. Acaranya, safari Ramadan. Tapi lebih dari sekadar silaturahmi ritual, pertemuan ini jadi ruang untuk menegaskan sesuatu yang dianggap Sigit krusial: persatuan.

Dalam sambutannya, Sigit menggarisbawahi bahwa roadshow seperti ini intinya mempererat hubungan dengan semua lapisan masyarakat. Dunia lagi tidak stabil, katanya, penuh dinamika. “Kita sangat paham ada berbagai macam dinamika di lapangan yang harus kami jaga,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Nada bicaranya tegas namun mengayun. Di satu sisi, dia menegaskan komitmen terhadap demokrasi. Namun begitu, ada pesan keras yang diselipkan. “Yang selalu saya titipkan, jangan sampai kegiatan-kegiatan tersebut disusupi hal-hal yang sifatnya bisa memecah belah persatuan,” kata Sigit. Narasi pemecah belah, menurutnya, harus dicegah bersama. Itu bisa bikin mundur.

Lalu mengapa persatuan ini begitu vital? Sigit punya alasan yang lebih strategis. Menurutnya, inilah kunci utama menghadapi segala tantangan, apalagi menyongsong bonus demografi. Momen itu, kalau dimanfaatkan dengan benar, bisa jadi lompatan besar. “Bersatu untuk mengawal Indonesia betul-betul bisa menjadi negara besar, nomor tiga atau empat di dunia,” harapnya.

Namun visi besar itu tentu butuh pondasi. Di sinilah Sigit masuk ke soal kesiapan sumber daya manusia. Seluruh elemen bangsa, dia menekankan, harus meningkatkan kualitas diri. Tujuannya jelas: agar kekayaan alam yang melimpah bisa dikelola dengan mandiri, bukan untuk sekarang, tapi untuk warisan generasi mendatang.

“Kita juga menghadapi situasi global yang mau tidak mau harus diwaspadai,” paparnya lebih dalam. Pemerintah, lanjut Sigit, terus berupaya melakukan mitigasi dampak krisis global agar ekonomi dalam negeri tetap tumbuh. Semua kerja itu pada akhirnya bermuara pada satu cita-cita lama: masyarakat adil dan sejahtera. “Harapan kita bersama,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kapolri juga menyempatkan diri memberikan apresiasi. Sasaran utamanya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, atas sejumlah inovasi di daerah.

“Terima kasih Pak Kapolda, yang telah membentuk Satgas PHK dan merangkul rekan-rekan ojol sebagai bagian dari sabuk kamtibmas. Ini wujud nyata kemitraan Polri dengan masyarakat,” kata Sigit.

Dua program yang disebutkan Sigit Satgas PHK dan Ojol Kamtibmas Presisi baru saja dikukuhkan dalam acara itu, bersamaan dengan penandatanganan prasasti renovasi masjid. Bagi Kapolda Herry, program-program ini punya makna yang lebih mendasar daripada sekadar proyek administratif.

“Ini bukan sekadar program. Ini bentuk kehadiran negara yang mendengar,” ujar Herry Heryawan.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif itu lahir dari interaksi langsung. Dari mendengar keluh kesah pengojol di jalan, tentang keluarga yang mereka nafkahi, hingga harapan akan kehidupan yang lebih aman. “Polda Riau bertekad mewujudkan harapan tersebut,” katanya.

Intinya, semua upaya ini, baik silaturahmi tingkat tinggi maupun program kamtibmas yang melibatkan warga biasa, bertemu pada titik yang sama: membuat masyarakat merasa negara hadir. Dan di bulan Ramadan ini, pesan itu disampaikan lagi, dengan harapan bisa meresap lebih dalam.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler