Usai suasana Lebaran mereda, dunia perfilman lokal Tana Luwu justru bersiap menggeliat. Sebuah film kolosal, bertajuk "Macan Betina dari Timur", akan segera memasuki tahap produksi. Film ini mengangkat kisah nyata pahlawan perempuan Luwu, Opu Daeng Risadju, yang hidup di masa penjajahan.
Menariknya, cerita film ini diadaptasi dari novel karya Sarma Hadeang. Ia menggambarkan perjuangan gigih Opu Daeng Risadju melawan dua penjajah: Compani Belanda dan Jepang. Rentang hidup sang pahlawan, dari 1880 hingga 1964, akan dihadirkan di layar lebar.
Produksinya ditangani oleh Pagi Pagi Kreatif, berkolaborasi dengan Yayasan Wanua Tana Luwu yang dipimpin Sarma Hadeang sendiri. Mereka tak main-main. Sejumlah artis nasional dari Jakarta akan diajak kerja sama, beradu peran dengan aktor-aktor lokal berbakat dari Makassar dan Palopo.
Di sisi lain, kolaborasi juga merambah ke sektor kru. Tim dari tiga kota Jakarta, Makassar, dan Palopo akan menyatukan visi untuk proyek ambisius ini.
Lalu, siapa yang akan memegang kendali sutradara? Tugas itu dipercayakan kepada trio Rimba Brother: Joni, Dedit, dan Sony. Kabarnya, mereka baru saja menyelesaikan proses syuting film terbaru berjudul "Twist Sthethoscope (Cinta di Ujung Takdir)" di Makassar dan Gowa. Film adaptasi novel Syahrul Sutte itu rencananya baru rilis tahun 2026.
Artikel Terkait
Partai Gema Bangsa Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Pemerintah Ambil Langkah Diplomasi
Polrestabes Makassar Perketat Pengamanan Ramadan, Larang Sahur on The Road
PKB Kecam Serangan Udara ke Pemimpin Iran, Desak PBB Selidiki Pelanggaran Hukum Internasional
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik di Awal Pekan