Film Kolosal Macan Betina dari Timur Angkat Kisah Pahlawan Luwu Opu Daeng Risadju

- Senin, 02 Maret 2026 | 13:00 WIB
Film Kolosal Macan Betina dari Timur Angkat Kisah Pahlawan Luwu Opu Daeng Risadju

Usai suasana Lebaran mereda, dunia perfilman lokal Tana Luwu justru bersiap menggeliat. Sebuah film kolosal, bertajuk "Macan Betina dari Timur", akan segera memasuki tahap produksi. Film ini mengangkat kisah nyata pahlawan perempuan Luwu, Opu Daeng Risadju, yang hidup di masa penjajahan.

Menariknya, cerita film ini diadaptasi dari novel karya Sarma Hadeang. Ia menggambarkan perjuangan gigih Opu Daeng Risadju melawan dua penjajah: Compani Belanda dan Jepang. Rentang hidup sang pahlawan, dari 1880 hingga 1964, akan dihadirkan di layar lebar.

Produksinya ditangani oleh Pagi Pagi Kreatif, berkolaborasi dengan Yayasan Wanua Tana Luwu yang dipimpin Sarma Hadeang sendiri. Mereka tak main-main. Sejumlah artis nasional dari Jakarta akan diajak kerja sama, beradu peran dengan aktor-aktor lokal berbakat dari Makassar dan Palopo.

Di sisi lain, kolaborasi juga merambah ke sektor kru. Tim dari tiga kota Jakarta, Makassar, dan Palopo akan menyatukan visi untuk proyek ambisius ini.

Lalu, siapa yang akan memegang kendali sutradara? Tugas itu dipercayakan kepada trio Rimba Brother: Joni, Dedit, dan Sony. Kabarnya, mereka baru saja menyelesaikan proses syuting film terbaru berjudul "Twist Sthethoscope (Cinta di Ujung Takdir)" di Makassar dan Gowa. Film adaptasi novel Syahrul Sutte itu rencananya baru rilis tahun 2026.

Nah, soal jadwal produksi "Macan Betina dari Timur", Sony F. Rimba memberi gambaran. "Setelah Lebaran, proses produksi akan diawali dengan tahapan pemilihan pemain," ujarnya.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Hamka Pradifta selaku line producer. Menurutnya, akan digelar open casting di Makassar dan Palopo untuk mencari bakat-bakat baru.

"Setelah itu team kami akan hunting lokasi di Kota Palopo, Belopa, Masamba, Malili, Parepare, dan Kota Makassar," tambah Hamka.

Di balik semua persiapan teknis, ada misi yang lebih mendalam. Sarma Hadeang menegaskan, film ini dibuat bukan sekadar tontonan. Tujuannya jelas: menanamkan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan Opu Daeng Risadju kepada generasi muda. Agar sejarah lokal tak lekang oleh waktu, tak terlupakan begitu saja.

Jika semua berjalan sesuai rencana, "Macan Betina dari Timur" akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia. Termasuk, tentu saja, di jaringan XXI dan Platinum XXI yang ada di Kota Palopo. Sebuah langkah besar untuk mengangkat cerita heroik dari Timur.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar