Agus Jabo Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Kunjungannya ke SRMA 19 Bantul, Apa yang Ditemukan?

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:42 WIB
Agus Jabo Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Kunjungannya ke SRMA 19 Bantul, Apa yang Ditemukan?

Kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo ke SRMA 19 Bantul: Bukti Kehadiran Negara untuk Pendidikan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung aktivitas pembelajaran serta berdialog dengan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Dukungan Penuh dari Jajaran Pemerintah

Dalam kunjungannya, Agus Jabo didampingi oleh istri Intan Agus Jabo, Wakil Kepala SRMA 19 Alfian Ihsan Prayoga, Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta Nova Dwiyanto Suli, Plt. Kepala BBPPKS Yogyakarta Rabiah, serta staf khusus Kementerian Sosial. Kehadiran rombongan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Kehidupan Sehari-hari di SRMA 19 Bantul

Suasana SRMA 19 Bantul terlihat aktif dan penuh semangat. Para siswa terlihat melakukan berbagai kegiatan positif seperti olahraga basket, berlari, dan bercengkerama di lapangan. Di ruang makan, siswa yang bertugas piket dengan disiplin menyiapkan peralatan makan dan menu sederhana berupa nasi, mendoan, tumis tempe kacang, dan ikan kembung.

Disiplin dan Kebersamaan dalam Kegiatan Harian

Setelah salat Maghrib, seluruh siswa mengikuti apel makan malam dengan tertib. Mereka melapor dengan rapi, berdoa bersama, kemudian makan dengan penuh kedisiplinan. Interaksi hangat terjadi ketika Agus Jabo menanyakan rasa makanan, dijawab kompak oleh siswa dengan seruan "Enak, Pak!"

Sekolah Rakyat sebagai Jembatan Masa Depan

Dalam dialognya dengan siswa, Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu anak-anak yang tidak bisa sekolah karena keterbatasan ekonomi. "Sekolah Rakyat ini jembatan agar kalian bisa menggapai cita-cita," tegas Agus Jabo.

Larangan Keras dan Nilai Kebhinekaan

Wamenos juga menekankan tiga hal yang dilarang keras di lingkungan sekolah: bullying, kekerasan verbal maupun non verbal, dan pelecehan. "Sekolah Rakyat ini rumah kedua. Kalian harus saling menguatkan dan menghargai perbedaan, karena Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika," pesannya yang disambut seruan "Siap!" dari seluruh siswa.

Transformasi Kepercayaan Diri Siswa

Momen inspiratif ditunjukkan oleh Galuh Intan Prastiwi (16) yang dengan percaya diri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas gagasan Sekolah Rakyat. Agus Jabo mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan Galuh yang sebelumnya pemalu menjadi berani berbicara di depan umum.

Tumbuhnya Toleransi Antar Umat Beragama

Wakil Kepala SRMA 19 Bantul, Alfian Ihsan Prayoga, mengungkapkan perubahan signifikan pada siswa setelah tiga bulan bersekolah. "Awalnya mereka pendiam dan minder, sekarang sudah percaya diri," ujarnya. Ia juga menyoroti tumbuhnya toleransi dimana siswa non-Muslim turut mengingatkan teman Muslimnya untuk salat.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan

Menutup kunjungan, Agus Jabo berpesan kepada para pendidik untuk terus menumbuhkan empati dan kesabaran. Ia berkomitmen akan terus memantau kualitas pendidikan dan kehidupan asrama siswa di seluruh Sekolah Rakyat.

Profil SRMA 19 Bantul

SRMA 19 Bantul saat ini menampung 200 siswa yang terdiri dari 83 laki-laki dan 117 perempuan. Mereka didampingi oleh 25 guru pengajar, 10 wali asrama, dan 20 wali asuh yang membimbing kegiatan akademik dan kehidupan berasrama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar