Semarang – Pemerintah punya cara baru untuk mendorong swasembada pangan. Kali ini, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjalin kolaborasi dengan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah. Tujuannya jelas: melibatkan organisasi kepemudaan secara langsung dalam program strategis sektor pertanian.
Menurut Sudaryono, ruang partisipasi untuk kelompok muda seperti Ansor dibuka seluas-luasnya. Hal ini disampaikannya dalam sebuah silaturahmi dan buka puasa bersama di Semarang, pertengahan Maret lalu.
“Saya ingin GP Ansor Jawa Tengah ikut aktif menyukseskan program swasembada pangan Presiden,” tegas Sudaryono.
“Ada beberapa program yang bisa dimanfaatkan langsung oleh kader-kader Ansor.”
Salah satu program andalan yang ditawarkan bernama Brigade Pangan. Konsepnya, satu kelompok beranggotakan 15 orang akan mengelola lahan pertanian sekitar 200 hektare. Yang menarik, kelompok ini bakal dapat dukungan penuh. Mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai fantastis, mencapai Rp3 miliar. Dan itu diberikan secara gratis.
“Brigade Pangan ini lengkap dengan mekanisasinya. Nilainya sekitar Rp3 miliar dan diberikan gratis,” jelas Sudaryono dengan semangat.
“Saya mengundang GP Ansor Jawa Tengah untuk membentuk minimal satu atau dua brigade. Silakan siapkan lahannya, nanti kita dukung dengan alsintan.”
Di sisi lain, program ini bukan cuma soal angka produksi. Ada harapan besar di baliknya, yaitu membuka peluang ekonomi nyata bagi para pemuda yang terlibat. Dengan kata lain, selain mendongkrak ketahanan pangan, juga menciptakan lapangan kerja.
Tak berhenti di situ, dukungan mekanisasi pertanian juga dibuka untuk daerah-daerah lumbung pangan di Jateng. Sebut saja Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Demak. Kader Ansor di daerah-daerah itu bisa mengajukan kebutuhan alat, seperti traktor atau peralatan modern lainnya, untuk mendongkrak produktivitas.
Lalu, ada lagi program besar lain yang sedang digenjot pemerintah. Yakni penguatan sektor perkebunan dan hortikultura melalui peremajaan komoditas. Anggarannya tak main-main, mencapai Rp9,9 triliun. Program ini mencakup komoditas strategis macam tebu, kakao, kelapa, hingga kopi, mete, lada, dan pala.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan
Polda Telusuri 86 CCTV untuk Ungkap Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Bank Sulselbar Siapkan 36 ATM di Bone untuk Arus Mudik Lebaran