Laporan ekonomi Kota Surabaya untuk tahun 2025 memberikan angin segar. Pertumbuhannya tercatat mencapai 5,87%, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Angka ini, menurut rilis BPS setempat, bahkan melampaui capaian Jawa Timur dan nasional. Ternyata, Surabaya masih punya tenaga untuk terus bergerak maju.
Dari sisi nilai, PDRB-nya menyentuh Rp830,54 triliun. Di tengah dinamika global yang tak menentu, capaian ini menunjukkan ketahanan yang patut disorot. Aktivitas ekonomi kota tetap hidup dan resilien.
Wali Kota Eri Cahyadi menyebut fondasi ekonomi kota ini cukup kuat. Ia menilai pertumbuhan itu buah dari ketahanan berbagai sektor usaha dan partisipasi aktif masyarakat.
Struktur ekonominya sendiri masih bertumpu pada sektor perdagangan besar dan eceran, yang menyumbang hampir 27%. Industri pengolahan dan penyediaan akomodasi serta makanan-minuman menyusul di belakang. Yang menarik, dari sisi pengeluaran, investasi dalam bentuk PMTB tumbuh 6,41%, mengisyaratkan perannya yang semakin vital sebagai penggerak ekonomi di samping konsumsi rumah tangga.
Artikel Terkait
Dishub DKI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 17-18 Maret
Jakarta Lengang, Pemerintah Terapkan WFA untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Kapolri Imbau Masyarakat Tenang, Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman
Konflik Tanah Ulayat di Manggarai Nyaris Picu Bentrok Antarwarga