Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional

- Senin, 16 Maret 2026 | 19:25 WIB
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional

Laporan ekonomi Kota Surabaya untuk tahun 2025 memberikan angin segar. Pertumbuhannya tercatat mencapai 5,87%, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Angka ini, menurut rilis BPS setempat, bahkan melampaui capaian Jawa Timur dan nasional. Ternyata, Surabaya masih punya tenaga untuk terus bergerak maju.

Dari sisi nilai, PDRB-nya menyentuh Rp830,54 triliun. Di tengah dinamika global yang tak menentu, capaian ini menunjukkan ketahanan yang patut disorot. Aktivitas ekonomi kota tetap hidup dan resilien.

Wali Kota Eri Cahyadi menyebut fondasi ekonomi kota ini cukup kuat. Ia menilai pertumbuhan itu buah dari ketahanan berbagai sektor usaha dan partisipasi aktif masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Struktur ekonominya sendiri masih bertumpu pada sektor perdagangan besar dan eceran, yang menyumbang hampir 27%. Industri pengolahan dan penyediaan akomodasi serta makanan-minuman menyusul di belakang. Yang menarik, dari sisi pengeluaran, investasi dalam bentuk PMTB tumbuh 6,41%, mengisyaratkan perannya yang semakin vital sebagai penggerak ekonomi di samping konsumsi rumah tangga.

Nah, untuk menjaga momentum ini, Pemkot punya sejumlah rencana. Kepala Bappeda Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan salah satu langkah konkretnya adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif. Database ini nantinya jadi dasar untuk menyusun kebijakan dan program fasilitasi yang lebih tepat sasaran.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini,” kata Irvan.

Tak cuma itu, anak muda juga dapat perhatian khusus. Ada program dukungan kegiatan pemuda senilai Rp5 juta per RW. Harapannya jelas: memicu kreativitas dan kewirausahaan di tingkat akar rumput.

“Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung,” tegasnya.

Di sisi lain, pariwisata perkotaan juga digenjot. Kawasan eks THR, misalnya, sedang ditata ulang untuk jadi ruang ekonomi kreatif yang menyatu dengan seni, budaya, dan kuliner. Pengembangan kampung tematik dan urban tourism juga terus digalakkan. Intinya, kampung tidak hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga bisa menjelma jadi destinasi wisata dan pusat ekonomi lokal yang hidup.

“Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal,” tambahnya.

Optimisme tetap tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan tentu saja masyarakat, pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan bisa terus dipertahankan. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh warga.

“Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya,” pungkas Irvan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar