Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menampik keinginan negaranya untuk berunding dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Teheran justru mengincar sebuah kesepakatan.
Dalam wawancara dengan program CBS "Face The Nation", Araghchi bersikukuh pada posisi Iran. Suaranya terdengar datar namun penuh keyakinan.
"Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami,"
"Tidak ada pengalaman baik berbicara dengan Amerika,"
Begitu tambahnya, mengakhiri poin tersebut tanpa keraguan.
Klaim Trump sendiri dilontarkan sehari sebelumnya. Menurutnya, Iran sebenarnya menginginkan kesepakatan, hanya saja ia belum bersedia menerima syarat-syarat yang ada. Sayangnya, presiden AS itu tidak membeberkan rincian lebih jauh soal bentuk kesepakatan yang dimaksud. Agak mengambang, memang.
Di sisi lain, Araghchi kembali menegaskan sikap keras Teheran. "Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi," ucapnya lugas. Posisi mereka jelas: tidak ada dialog dengan Washington.
Namun begitu, ada sedikit celah untuk pembicaraan dengan pihak lain. Araghchi menyebutkan bahwa Iran terbuka untuk berdiskusi dengan negara-negara tertentu. Tujuannya? Agar kapal tanker minyak mereka bisa melintas dengan aman melalui Selat Hormuz, jalur ekspor yang sangat vital itu.
"Saya tidak dapat menyebutkan negara tertentu, tetapi kami telah didekati oleh sejumlah negara yang ingin memiliki jalur aman untuk kapal mereka,"
Jadi, pesannya berlapis. Untuk AS, pintu dialog tertutup rapat. Tapi untuk negara lain yang punya kepentingan praktis di Selat Hormuz, percakapan masih mungkin terjadi. Situasinya rumit, dan pernyataan dari kedua belah pihak seperti mempertegas jalan buntu yang sudah lama terbentuk.
Artikel Terkait
Polisi Imbau Pengendara Hindari Jalur Puncak Malam Ini karena Pawai Obor Tahun Baru Islam
Disdik Jabar Siap Hadapi Ombudsman Usai Dilaporkan soal Maladministrasi Penerimaan Murid Baru 2026
Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.695 per Dolar AS, Sentuh Level Terkuat dalam Sepekan
Steinmeier Sebut Kunjungan ke Indonesia Punya Bobot Strategis di Tengah Konflik Global