Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi

- Rabu, 15 April 2026 | 04:20 WIB
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi

Di Usia Baru 14 Tahun, Gadis Ini Lolos SNBP ke Farmasi Unair

Kabar mengejutkan datang dari pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Seorang peserta bernama Alvira Nur Azizah berhasil memecahkan rekor sebagai calon mahasiswa termuda di Universitas Airlangga. Usianya? Baru 14 tahun 7 bulan saat dinyatakan diterima di jurusan S1 Farmasi.

Melalui laman resmi kampus, Alvira mengungkapkan kegembiraannya. Unair memang sudah lama jadi targetnya. Latar belakangnya dari SMK Farmasi Industri membuat pilihan jurusan ini terasa sangat tepat. Impiannya menjadi apoteker kini makin dekat.

“Jujur terkejut dan sangat bahagia, saya tidak menyangka akan lolos. Saya memilih Farmasi karena ingin melanjutkan ilmu dari SMK jurusan Farmasi Industri. UNAIR adalah salah satu kampus dengan jurusan farmasi terbaik di Indonesia dan kampus impian saya,”

Yang menarik, meski masuk kuliah di usia yang sangat belia, Alvira ternyata tak pernah mengikuti program akselerasi atau percepatan belajar. Kisahnya justru dimulai dari bangku Taman Kanak-kanak. Saat itu, usianya memang lebih muda dari teman-teman seangkatannya.

“Ibu saya berniat untuk mengulang sekolah TK karena sadar usia saya belum cukup untuk melanjutkan ke MI (Madrasah Ibtidaiyah), tetapi tidak diperbolehkan guru TK karena dianggap sudah mampu memahami pelajaran,”

Cerita serupa terulang saat dia mendaftar SD. Pihak sekolah menerimanya dengan satu catatan: Alvira harus bersiap mengulang di kelas 4 atau 5 nanti. Namun, janji itu tak pernah terealisasi. Dia terus melaju hingga lulus tanpa pernah diminta mengulang.

“Kepala sekolah menerima dengan pertimbangan akan diulang kembali entah kelas 4 atau 5. Tapi sampai mau kelulusan, saya tidak diminta untuk mengulang seperti yang dipertimbangkan di awal,”

Lalu, apa rahasia belajarnya? Menurut Alvira, tidak ada teknik yang terlalu istimewa. Kuncinya cuma satu: disiplin waktu. Setelah pulang sekolah dan beristirahat, dia selalu menyempatkan belajar usai salat Magrib. Rutinitas itu berjalan hingga sekitar pukul delapan malam.

“Tips belajar dari saya adalah mengambil poin-poin penting dari materi, lalu pelajari dan hafalkan. Waktu paling gampang menerima pelajaran itu malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun,”

Namun begitu, di balik kesuksesannya, ada sedikit kegugupan yang diakui Alvira. Dunia perkuliahan jelas berbeda dengan sekolah menengah. Lingkungan baru, teman-teman baru, sistem belajar yang baru semuanya menantang.

Tapi dia tak gentar.

“Sepertinya saya akan sedikit nervous karena dunia perkuliahan berbeda dengan sekolah. Namun, saya akan beradaptasi dengan lingkungan, teman-teman, serta semua yang ada di Universitas Airlangga,”

Optimisme itu yang kini membawanya melangkah percaya diri. Dari seorang siswi SMK yang rajin, kini dia bersiap menjadi mahasiswa termuda di kampus bergengsi tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar