Ekspor Korea Selatan Cetak Rekor Baru 87,8 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, Didorong Lonjakan Chip AI

- Senin, 01 Juni 2026 | 12:30 WIB
Ekspor Korea Selatan Cetak Rekor Baru 87,8 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, Didorong Lonjakan Chip AI

Ekspor Korea Selatan mencatat rekor bulanan tertinggi sepanjang masa pada Mei 2026, mencapai 87,8 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp1.567 triliun. Angka ini melonjak 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh permintaan global yang sangat besar terhadap chip semikonduktor.

Berdasarkan laporan dari Korea Herald pada Senin (1/6/2026), capaian ini sekaligus menandai tiga bulan berturut-turut di mana nilai ekspor negara tersebut berhasil melampaui angka 80 miliar dolar AS. Sementara itu, impor Korea Selatan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 20,8 persen secara tahunan menjadi 60,8 miliar dolar AS. Alhasil, surplus perdagangan yang tercatat mencapai 26,95 miliar dolar AS.

Industri semikonduktor menjadi motor utama di balik lonjakan ekspor ini. Sektor tersebut tengah menikmati siklus super berkat investasi besar-besaran yang dilakukan perusahaan teknologi global dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Ekspor chip pada Mei tercatat melonjak 169,4 persen secara tahunan, menembus rekor bulanan baru sebesar 37,2 miliar dolar AS.

Jika dirinci, pengiriman memori D-RAM ke luar negeri meningkat 369,8 persen menjadi 18,6 miliar dolar AS, sementara ekspor memori flash NAND naik 206,8 persen menjadi 1,7 miliar dolar AS. Di sisi lain, ekspor komputer juga meroket 290,7 persen menjadi 4,18 miliar dolar AS, didorong oleh permintaan global terhadap solid state drive atau SSD yang digunakan untuk server AI.

Tak hanya itu, ekspor peralatan komunikasi nirkabel dan layar juga mencatat pertumbuhan positif, masing-masing naik 12,6 persen menjadi 1,46 miliar dolar AS dan 9,4 persen menjadi 1,47 miliar dolar AS. Kinerja ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk teknologi tinggi Korea Selatan terus menguat di tengah ekspansi industri AI global.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar