Istanbul bakal jadi tuan rumah pertemuan penting Jumat ini. Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, rencananya akan duduk satu meja dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Agenda utamanya? Membicarakan kembali kesepakatan nuklir yang sudah lama mandek, plus isu-isu lain yang menggantung.
Seorang pejabat AS, seperti dikutip Reuters, memberi sedikit gambaran. “Presiden sudah minta mereka buat capai kesepakatan. Intinya, kita mau dengar dulu apa yang mereka tawarkan,” katanya.
Dari kubu Iran, konfirmasi datang. Seorang pejabat seniornya bilang ke Reuters bahwa pertemuan di Istanbul memang akan berlangsung.
Rupanya, pertemuan ini bakal ramai. Menurut seorang diplomat senior kawasan, sejumlah negara lain di Timur Tengah juga diperkirakan bakal hadir. Mereka jelas punya kepentingan sendiri menyaksikan dua pihak ini berunding.
Laporan pertama soal rencana ini sebenarnya udah beredar lebih dulu lewat Axios.
Namun begitu, atmosfernya nggak benar-benar kondusif. Ketegangan justru lagi memanas. Apalagi setelah Angkatan Laut AS mengerahkan kekuatannya di perairan dekat Iran. Pengerahan ini terjadi menyusul gelombang demonstrasi anti-pemerintah bulan lalu di Iran yang disebut-sebut sebagai kerusuhan domestik paling mematikan sejak Revolusi 1979. Situasi ini pasti jadi bayang-bayang tersendiri di ruang perundingan nanti.
Artikel Terkait
Timnas Voli Putra Indonesia Hadapi Korea Selatan di Laga Perdana AVC Cup 2026, Target Tembus Empat Besar
Marc Marquez Bidik Rekor Baru di MotoGP Ceko 2026, Aprilia Incar Kebangkitan
Meksiko Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel 1-0
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki Usai Tekel Keras saat Timnya Hajar Qatar 6-0