13 Federasi Sepak Bola Protes Keras Komentar Ceferin yang Anggap Laga Kualifikasi Piala Dunia Tidak Menarik

- Senin, 15 Juni 2026 | 22:30 WIB
13 Federasi Sepak Bola Protes Keras Komentar Ceferin yang Anggap Laga Kualifikasi Piala Dunia Tidak Menarik

Tiga belas federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, Asia Tengah, dan sejumlah kawasan lainnya melayangkan kritik tajam kepada Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. Sikap itu dipicu oleh pernyataan Ceferin yang menilai banyak pertandingan kualifikasi Piala Dunia tidak menarik. Dalam pandangan para federasi tersebut, komentar itu mengabaikan perjuangan negara-negara berkembang untuk bisa tampil di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.

Pernyataan bersama yang diunggah oleh Federasi Sepak Bola Maroko melalui platform X pada Senin (15/6) lalu menjadi wadah protes kolektif itu. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa tidak ada satu pun laga menuju Piala Dunia yang bisa dianggap remeh. “Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia FIFA yang tidak penting. Lolos ke Piala Dunia FIFA merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian bunyi pernyataan itu.

Kritik Ceferin sebelumnya ditujukan pada format baru Piala Dunia yang melibatkan lebih banyak peserta dibanding edisi sebelumnya. Menurut koalisi federasi, pandangan yang meremehkan pertandingan kualifikasi gagal menangkap besarnya pengorbanan yang dilakukan para pemain, pelatih, klub, pengurus federasi, hingga jutaan pendukung di berbagai negara. Mereka menegaskan bahwa perjalanan menuju putaran final dibangun melalui kerja keras, investasi besar, dan perencanaan yang berlangsung bertahun-tahun.

“Di balik setiap tim nasional terdapat komunitas yang melihat sepak bola sebagai sumber kebanggaan, harapan, dan pemersatu masyarakat,” tulis pernyataan tersebut. Lebih jauh, mereka menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga global yang tidak boleh didominasi oleh segelintir pihak atau pengambil keputusan. Kekuatan utama Piala Dunia, menurut mereka, justru terletak pada keberagaman negara peserta yang membawa budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda ke dalam satu kompetisi.

Bagi banyak negara, keberhasilan lolos ke putaran final bukan sekadar prestasi olahraga. Momen itu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, mendorong perkembangan sepak bola nasional, serta menciptakan kenangan bersejarah yang bertahan sepanjang hidup. Pernyataan bersama itu ditandatangani oleh federasi sepak bola Senegal, Tanjung Verde, Curacao, Uzbekistan, Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Koalisi ini menilai perluasan Piala Dunia membuka peluang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional sepak bola untuk tampil dan berkembang di level tertinggi. Karena itu, setiap negara yang berhasil lolos dinilai pantas mendapatkan penghormatan yang sama, tanpa memandang status atau kekuatan sepak bolanya. Menutup pernyataan, mereka mengingatkan bahwa seluruh peserta Piala Dunia mencapai putaran final melalui proses kompetitif yang panjang dan layak dihargai.

“Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti,” tegas mereka.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar