Kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sepanjang 2025 ternyata cukup menggembirakan. Perusahaan menara telekomunikasi yang berada di bawah naungan Djarum Group ini berhasil membukukan laba bersih hingga Rp3,68 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan solid, naik 10,3% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 lalu yang sebesar Rp3,34 triliun.
Laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang baru dirilis juga mengungkap fakta lain. Pendapatan perseroan tercatat naik 4,6% menjadi Rp13,33 triliun, dari sebelumnya Rp12,74 triliun. Tentu saja, seiring kenaikan pendapatan, beban pokoknya pun ikut merangkak naik sekitar 4,8% menjadi Rp4,19 triliun.
Meski begitu, hal itu tak menghalangi TOWR mencetak laba bruto sebesar Rp9,14 triliun. Pertumbuhannya stabil di angka 4,6% dari tahun sebelumnya.
Kalau dilihat lebih dalam, laba usaha mereka sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai Rp7,5 triliun, atau naik 3,2%. Sementara itu, laba sebelum pajak malah tumbuh lebih cepat, yaitu 6,1% menjadi Rp4,45 triliun. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang tercatat Rp5,85 miliar laba tahun berjalan perseroan pun akhirnya menyentuh Rp3,68 triliun. Angka ini naik 9,4% secara tahunan.
Yang menarik, laba tahun berjalan yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk juga persis sama, Rp3,68 triliun, dengan pertumbuhan 10,3%.
Di sisi lain, kondisi neraca perusahaan menunjukkan perubahan signifikan. Total ekuitas TOWR melonjak drastis 41,3% menjadi Rp27,08 triliun per akhir 2025. Posisi tahun sebelumnya masih di Rp19,17 triliun.
Sementara liabilitas justru berhasil ditekan cukup dalam, turun 14,4% secara tahunan. Akibatnya, total aset mereka per akhir tahun tercatat Rp77,27 triliun, turun sangat tipis hanya 0,7% saja.
Namun begitu, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Posisi kas dan setara kas perseroan justru menyusut cukup tajam, turun 31,1% menjadi Rp647,55 miliar. Padahal di akhir 2024, angka itu masih berada di level Rp940,18 miliar.
Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi tahun yang positif bagi TOWR dengan pertumbuhan laba yang terjaga, meski ada beberapa pos yang perlu diawasi pergerakannya ke depan.
Artikel Terkait
Surya Hadiwinata Resmi Ditunjuk sebagai Direktur Utama MDTV Media Technologies Gantikan Lie Halim
OJK Dukung KEK Keuangan di Bali untuk Percepat Pendalaman Pasar Modal Nasional
Adhi Karya Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Angkat Alexander Ruby Setyoadi sebagai Komisaris Baru
Wall Street Bertahan di Dekat Rekor Tertinggi, Harga Minyak Anjlok Imbas Harapan Kesepakatan AS-Iran