Di SMKN 1 Jakarta, Jakarta Pusat, suasana pagi ini berbeda. Bukan hanya pelajar dan guru yang memadati halaman, tapi juga perwakilan dari berbagai elemen pemerintah daerah, TNI, hingga tokoh agama dan masyarakat. Mereka semua berkumpul untuk satu hal: menyaksikan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri secara resmi meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah, atau FKPMS.
Forum ini bukan sekadar program biasa. Ia lahir dari keprihatinan. Tujuannya jelas: mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan lain yang mengancam dunia pendidikan.
“Sekolah adalah tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa,” tegas Irjen Asep di hadapan para hadirin. Namun begitu, ia tak menutup mata. Lingkungan pendidikan saat ini menghadapi tantangan berat. Mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, sampai pengaruh buruk media sosial dan tekanan sosial yang bisa memicu perilaku menyimpang. Semua itu nyata dan mengancam.
Data yang ia paparkan cukup mencengangkan. Sepanjang 2025 saja, Polda Metro Jaya menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di wilayah Jakarta. Angka itu, baginya, adalah alarm yang tak bisa diabaikan. FKPMS diharapkan bisa menjadi salah satu solusi konkret.
“Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya pada Rabu (11/3/2026).
Artikel Terkait
DPR Mulai Uji Kelayakan 10 Calon Komisioner OJK di Tengah Gejolak Pasar Global
Polri Identifikasi Titik Rawan Kecelakaan untuk Fokus Operasi Ketupat 2026
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas, Status Tersangka Tetap Sah
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi: Rumah Tampak Paling Besar Jadi Sasaran