MURIANETWORK.COM – Penampilan Joko Widodo di panggung PSI benar-benar menyita perhatian. Mantan presiden yang akrab disapa Jokowi itu tampil penuh semangat, bahkan berpidato cukup panjang di depan para kadernya. Energinya terpancar jelas. Tapi justru di situlah letak pertanyaannya.
Bagaimana mungkin sosok yang terlihat begitu bertenaga itu sebelumnya kerap absen dari sejumlah agenda penting dengan alasan kesehatan? Publik pun mulai membandingkan. Salah satunya adalah ketidakhadirannya dalam pemeriksaan kasus yang sedang ramai dibicarakan, yaitu polemik seputar ijazah.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, fisik Jokowi terlihat sangat prima. Ia mampu berdiri dan berbicara dengan lancar dalam durasi yang tidak singkat. Performanya itu, secara gamblang, menunjukkan bahwa ia masih cukup kuat untuk terlibat dalam kegiatan politik. Lalu, di mana letak konsistensi alasan sakit yang selama ini disampaikan?
Pertanyaan itu menggantung, menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
Menyoroti hal ini, pengamat politik Andi Yusran punya pandangan yang lebih dalam. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar soal sehat atau tidak sehat. Masalahnya lebih rumit, berkaitan dengan tradisi hukum yang sudah mengakar lama di Indonesia.
Artikel Terkait
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar
Penggeledahan Rumah Siti Nurbaya: Benang Kusut Pemutihan Sawit Ilegal Terbongkar
Nadiem Bongkar Angka Sebenarnya di Balik Polemik Laptop Rp10 Juta