JAKARTA – Soal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP), respons dari ormas-ormas Islam ternyata tak seragam. Pengamat politik Adi Prayitno baru-baru ini menyoroti perbedaan sikap yang cukup mencolok ini. Di satu sisi, PBNU disebut memberikan dukungan penuh. Namun begitu, sikap yang diambil Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia justru lebih berhati-hati, bahkan mereka meminta agar keanggotaan ini ditinjau ulang.
Menurut Adi, perbedaan pendapat seperti ini wajar dalam dinamika demokrasi. Yang penting, ada ruang untuk berdialog.
"Di tengah begitu banyak sikap politik yang disampaikan ormas Islam, pertemuan dengan Presiden menjadi ruang dialogis untuk saling memahami,"
Artikel Terkait
Gus Baha: Adu Agama Boleh, Asal yang Diadu Agamanya, Bukan Orangnya
Amblesnya Kamar Mandi di Bantaran Sungai, Seorang Ibu Terseret Arus dan Masih Hilang
SMA Siger Lampung Gagal Kantongi Izin, Siswa Diarahkan Pindah
Kantong Penipuan di Perbatasan Kamboja: Studio Kantor Polisi Palsu untuk Teror Korban via Video Call