Senin lalu, suasana di Kampung Cijagra, Kabupaten Bandung, tiba-tiba ricuh. Seorang ibu bernama Enok (42 tahun) dilaporkan hilang setelah lantai kamar mandi di belakang rumahnya amblas. Ia terjatuh dan langsung terseret derasnya arus sungai.
Rumah Enok memang berbatasan langsung dengan sungai. Menurut keterangan warga, pondasi kamar mandi itu diduga kuat tergerus oleh aliran air yang ganas. Hujan lebat berhari-hari sebelumnya membuat debit air melonjak drastis. Arusnya bukan main derasnya, mengikis tanah di bantaran termasuk bagian yang menyangga rumah korban.
Dua hari setelah kejadian, kondisi di lokasi masih tampak porak-poranda. Lantai yang ambles itu belum juga diperbaiki, meski air sungai sudah terlihat surut dan lebih tenang. Yang menarik, beberapa warga terlihat sibuk mengumpulkan batu-batu besar di sekitar tempat kejadian.
Mereka menyusun batuan itu dengan hati-hati, berusaha menggantikan pondasi yang rusak dan mengamankan tepian.
Keluarga sudah melaporkan hilangnya Enok ke berbagai pihak. Mulai dari aparat desa, Babinsa, sampai Bhabinkamtibmas. Tak lama setelah laporan masuk, tim gabungan langsung dibentuk.
“Kami bersama warga sudah menyisir bantaran sungai untuk mencari korban,” ujar seorang anggota tim.
Sayangnya, hingga kini Enok masih belum ditemukan. Pencarian tak kenal lelah terus dilakukan. BPBD, Basarnas, Damkar, dan tentu saja warga setempat bahu-membahu. Mereka berharap ada titik terang segera di tengah situasi yang mencemaskan ini.
Artikel Terkait
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis