Swiss baru saja mengambil langkah tegas terkait Venezuela. Pemerintah di Bern memerintahkan pembekuan aset milik Presiden Nicolás Maduro dan lingkaran dalamnya. Kebekuan ini direncanakan berlaku untuk empat tahun ke depan. Menariknya, otoritas Swiss sendiri enggan merinci nilai aset yang dibekukan, bahkan tak mengonfirmasi keberadaannya di negara mereka.
Dalam siaran persnya, pemerintah Swiss mencoba menjelaskan alasan di balik keputusan ini.
"Dewan Federal ingin memastikan bahwa aset yang diperoleh secara tidak sah tidak dapat dipindahkan ke luar Swiss dalam situasi saat ini," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Langkah tersebut bukan tanpa dasar hukum. Mereka bersandar pada Undang-Undang Federal tentang Pembekuan dan Pengembalian Aset Ilegal Milik Pejabat Publik Asing, atau yang biasa disingkat FIAA. Aturan ini memang dirancang untuk menangani kasus-kasus semacam ini.
Ini sebenarnya bukan kali pertama Swiss bersikap terhadap Venezuela. Negeri bank itu sudah memberlakukan sanksi sejak 2018 lalu. Tindakan mereka ini sejalan dengan tekanan internasional yang lebih luas; AS, Kanada, dan Uni Eropa bahkan sudah lebih dulu menjatuhkan sanksi dan embargo terhadap Caracas sejak setahun sebelumnya, tepatnya 2017.
Artikel Terkait
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun
Raja Ampat Pasang Tarif Masuk Baru: Rp 1 Juta untuk Turis Asing
Layanan Kesehatan di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, 87 RS Kembali Beroperasi