Setelah kabar tewasnya Nemesio "El Mencho" Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, situasi di Meksiko jadi mencekam. Tembak-menembak, blokade jalan, semuanya bikin tegang. Tapi kabar baiknya, Kementerian Luar Negeri RI memastikan Warga Negara Indonesia di sana, khususnya di wilayah Jalisco, dalam keadaan aman.
Menurut juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, jumlah WNI di Jalisco tercatat 45 orang. Mereka kebanyakan adalah rohaniawan, terapis pijat profesional, plus beberapa pengusaha dan karyawan perusahaan.
"Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah," ujar Vahd, Selasa (24/2/2026).
Meski begitu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. KBRI Mexico City secara khusus mengimbau warga Indonesia di wilayah terdampak untuk lebih berhati-hati. Mereka diminta tetap di rumah dulu, patuhi arahan otoritas lokal, dan yang paling penting: jaga komunikasi dengan KBRI.
Vahd juga punya pesan buat yang punya rencana terbang ke Meksiko. "Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif," katanya. Nasihat ini bukan tanpa alasan.
Nyatanya, Amerika Serikat dan Kanada sudah lebih dulu mengeluarkan peringatan perjalanan. Departemen Luar Negeri AS, lewat akun media sosialnya, secara eksplisit menyuruh warganya yang di Meksiko untuk berlindung di tempat aman. Alasannya? Operasi keamanan yang masih berlangsung, ditambah blokade jalan di banyak titik yang bikin situasi makin ruwet.
"Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan," begitu bunyi pernyataan mereka. Efeknya langsung terasa: sejumlah penerbangan dari dan ke bandara seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta terpaksa dibatalkan.
Di sisi lain, pemerintah Kanada juga bersuara. Mereka meminta warganya untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang setempat. Bahkan, warga Kanada di tiga negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco didorong untuk segera mencari tempat berlindung. Penyebabnya disebutkan: adu tembak dan ledakan.
Kepanikan ini berimbas langsung pada dunia penerbangan. Bukan cuma maskapai AS seperti United, American, Southwest, dan Alaska yang membatalkan penerbangannya. Maskapai Kanada, Air Canada dan WestJet/Sunwing, juga mengambil langkah serupa untuk rute ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo. Semua terjadi dalam tempo yang cukup singkat, sejak kerusuhan meletus pada Minggu lalu.
Jadi, situasinya memang belum benar-benar reda. Imbauan untuk waspada dan menunda perjalanan ke Meksiko, setidaknya untuk sementara, terdengar sangat masuk akal.
Artikel Terkait
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka
Kadin Sumut Apresiasi Capaian Satu Tahun Pemerintahan Bobby-Surya
Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Pasar Rebo Purwakarta Dini Hari
Menteri Keuangan Israel Ultimatum Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Pendudukan Gaza