KPBI Resmikan Gudang SRG, Pacu Registrasi Hampir 500 Resi

- Senin, 01 Desember 2025 | 15:15 WIB
KPBI Resmikan Gudang SRG, Pacu Registrasi Hampir 500 Resi

Hingga Oktober 2025, ekosistem Sistem Resi Gudang (SRG) masih menunjukkan tren yang menggembirakan. Data terbaru dari PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (PT KPBI) yang bertindak sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang (PUSREG) mencatat, sudah ada 497 resi gudang yang teregistrasi. Angka ini setara dengan volume komoditas yang tersimpan, yakni mencapai 89.000 ton.

Pertumbuhan ini tak lepas dari bertambahnya jumlah pengelola gudang bersertifikat. Menurut Direktur Utama PT KPBI, MURIANETWORK.COM Hari Utomo, hal ini memperluas jangkauan layanan dan mempercepat proses registrasi di berbagai daerah.

"PT KPBI juga membuka peluang untuk melayani komoditas SRG lainnya sesuai perkembangan kebutuhan pasar,"

ujarnya dalam rilis yang diterbitkan Senin (1/12/2025).

Sebenarnya, langkah KPBI untuk masuk ke ranah ini sudah dimulai sebelumnya. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) telah menetapkan PT KPBI secara resmi sebagai Pengelola Gudang SRG. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BAPPEBTI Nomor 41/BAPPEBTI/Kep-SRG/PG/11/2025 yang diterbitkan pada 26 November 2025.

Penetapan ini jelas bukan sekadar formalitas. Ini adalah pijakan strategis bagi KPBI untuk berkontribusi lebih besar. Tujuannya, mendukung ketahanan pangan nasional lewat pengelolaan komoditas yang lebih modern, efisien, dan tentu saja, terstandar. Dengan kata lain, peran mereka dalam ekosistem perdagangan komoditas nasional semakin menguat, terutama dalam menyediakan fasilitas penyimpanan yang mendukung penerbitan resi gudang.

Fajar menegaskan, status baru ini adalah momentum penting.

“Dengan diperoleh izin sebagai pengelola gudang SRG, KPBI tidak hanya menyediakan fasilitas penyimpanan yang memenuhi standar nasional, tetapi juga memperkuat posisi kami sebagai aggregator ekosistem resi gudang,"

katanya.

Rencananya, KPBI akan mengoperasikan layanan gudang dengan memanfaatkan aplikasi Is-Ware. Platform berbasis block-chain yang dikembangkan PT KBI ini diharapkan bisa meningkatkan keandalan pencatatan stok dan mempercepat proses. Bahkan, akses pembiayaan berbasis resi gudang bagi produsen pun bisa lebih luas.

"Ke depan, KPBI dapat menawarkan layanan terintegrasi yang mendukung kebutuhan produsen komoditi, sehingga kami dapat berperan sebagai one stop service bagi produsen dan pelaku usaha. Pada tahap awal, KPBI akan mengoperasikan gudang untuk komoditas beras dan kopi dua komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap rantai pasok nasional,”

tambah Fajar.

Di sisi lain, otoritas juga memberikan apresiasi. Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG dan PLK BAPPEBTI, Heryono Hadi Prasetyo, menyoroti kesiapan PT KPBI dalam memenuhi semua persyaratan.

“PT KPBI menunjukkan komitmen kuat dalam membangun layanan pengelolaan gudang yang sesuai regulasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas ekosistem SRG. Kami berharap KPBI dapat menjadi benchmark bagi pengelola gudang lainnya, khususnya dalam menjaga integritas data, keamanan komoditas, dan akurasi layanan,”

tutur Heryono.

Jadi, kepercayaan dari BAPPEBTI ini benar-benar mencerminkan kesiapan KPBI untuk mengambil peran sentral. Mereka tak hanya sekadar menyimpan, tetapi juga mendukung kelancaran seluruh proses bagi produsen dan pelaku usaha di lapangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar