Prabowo dan Luhut Bahas Strategis Ekonomi di Tengah Gejolak Global

- Rabu, 22 April 2026 | 01:15 WIB
Prabowo dan Luhut Bahas Strategis Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Di Istana Merdeka, Selasa lalu, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup. Hanya dia dan Luhut Binsar Pandjaitan, sang Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Ruang empat mata itu, menurut informasi yang beredar, digunakan untuk membicarakan hal-hal krusial seputar perekonomian.

Narasi resmi dari Sekretariat Kabinet yang muncul di media sosial menyebut, pembicaraan mereka menyentuh dua hal: kondisi dalam negeri dan gejolak ekonomi dunia. Ada optimisme, tapi juga kehati-hatian yang jelas terasa.

“Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,"

Begitu bunyi pernyataan resmi yang dirilis.

Luhut, dalam pertemuan itu, konon memaparkan beberapa skenario. Intinya bagaimana menjaga daya beli masyarakat agar tetap bergerak. Di sisi lain, APBN juga harus dikelola dengan cermat, tidak boleh jor-joran. Salah satu caranya? Memperkuat digitalisasi pemerintahan atau govtech.

Fokusnya untuk saat ini adalah penyaluran bantuan sosial. Mekanisme digital ini diklaim bisa meminimalisir kebocoran dan salah sasaran. Kabarnya, Banyuwangi sudah jadi lokasi uji coba. Rencananya, sistem serupa akan diterapkan di 42 kabupaten dan kota lainnya jika berjalan mulus.

Namun begitu, pembahasan tidak hanya berkutat pada masalah domestik. Pemerintah juga sedang mengincar peluang di tengah ketidakpastian global. Menurut keterangan tadi, ada upaya untuk menarik lebih banyak modal, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Caranya dengan mempercepat pembentukan Indonesia Financial Center. Harapannya jelas: memperkuat daya tarik investasi dan membuat perekonomian nasional lebih tahan banting.

Pertemuan singkat itu, meski tanpa konferensi pers, memberi sinyal bahwa pemerintah sedang menyusun langkah-langkah strategis. Menunggu waktu yang tepat untuk dijalankan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar