Suasana panik tiba-tiba mengguncang situs arkeologi Teotihuacan, Meksiko, Senin (20/4) lalu. Dari tengah kerumunan turis, suara tembakan pecah. Satu orang wanita asal Kanada tewas di tempat, sementara empat pengunjung lain mengalami luka-luka.
Menurut sejumlah saksi, kekacauan bermula saat seorang pria bersenjata muncul. Ia kemudian bunuh diri di lokasi, usai melakukan penembakan.
Cristobal Castaneda, Sekretaris Keamanan Negara bagian Meksiko, mengonfirmasi hal itu.
"Pria bersenjata itu bunuh diri setelah melepaskan tembakan di destinasi wisata populer tersebut, yang merupakan rumah bagi piramida pra-Aztek," ujarnya, seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2026).
Kejadian ini langsung menjadi sorotan. Video yang beredar di media sosial dan cepat viral memperlihatkan mencekamnya situasi saat itu. Dari rekaman itu, terlihat sang pelaku melepaskan tembakan berkali-kali dari area Piramida Bulan. Para turis yang ketakutan berhamburan, berusaha berlindung di balik tangga batu di bawah piramida.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum merespons cepat. Lewat sebuah pernyataan di akun X-nya, ia menyebut pasukan keamanan federal dan negara bagian telah dikerahkan ke Teotihuacan. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan otoritas Kanada menyusul tewasnya warga negara mereka.
"Apa yang terjadi hari ini di Teotihuacan sangat menyakitkan hati kami," tulis Sheinbaum.
Ia menambahkan, "Saya menyampaikan solidaritas tulus saya kepada orang-orang yang terkena dampak dan keluarga mereka."
Insiden berdarah ini tentu meninggalkan luka mendalam. Teotihuacan, yang biasanya ramai dengan decak kagum wisatawan atas keagungan piramida kuno, kini dikenang juga sebagai lokasi sebuah tragedi tak terduga.
Artikel Terkait
WNA AS di Canggu Diamankan Polisi Atas Dugaan Penipuan COD Barang Elektronik Rp58 Juta
Trump: Perpanjangan Gencatan Senjata dengan Iran Sangat Tidak Mungkin
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Jakarta Selatan dan Timur pada Hari Kartini
KPK Serahkan Dua Apartemen Sitaan Korupsi Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas