Lembaga survei Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa kelompok pemilih yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sama-sama menunjukkan tingkat kepuasan di atas 50 persen terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Temuan ini menjadi indikator bahwa basis massa dari dua organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air itu cenderung mendukung arah kebijakan pemerintahan saat ini.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyampaikan bahwa masyarakat yang terafiliasi dengan NU dan Muhammadiyah secara umum puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran. “Masyarakat yang terafiliasi NU dan Muhammadiyah cenderung puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan data survei yang dilakukan pada periode 11 hingga 17 Mei 2026, tingkat kepuasan di kalangan warga NU tercatat sangat tinggi. Sebanyak 74,5 persen responden dari kelompok ini mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. “Dari kelompok pemilih yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama atau NU, 74,5 persen merasa puas dengan kinerja pemerintah,” jelas Masduri.
Sementara itu, dukungan serupa juga terlihat dari kelompok pemilih yang terafiliasi dengan Muhammadiyah. Data yang sama menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Prabowo-Gibran di kalangan warga Muhammadiyah mencapai 69,2 persen. “Lalu untuk pemilih yang terafiliasi dengan organisasi keislaman Muhammadiyah, 69,2 persen merasa puas,” ungkapnya.
Tingginya angka kepuasan dari kedua organisasi keagamaan ini memperkuat gambaran bahwa basis massa tradisional yang selama ini menjadi pilar penting dalam politik nasional masih memberikan kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran. Survei Poltracking ini menjadi salah satu rujukan untuk membaca peta dukungan politik menjelang tahun-tahun berikutnya.
Artikel Terkait
Lansia Sakit Keras di Pulau Payung Dievakuasi Kapal Patroli Polairud ke Puskesmas Pulau Tidung
Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Pelabuhan Oman Normal, tapi Ancaman Gangguan Pasokan dari Konflik Timur Tengah Masih Bayangi Pasar
Saksi di Sidang Korupsi Bea Cukai Ungkap Pejabat Terima Amplop dari Perusahaan Jasa Kepabeanan
Piala Dunia 1962: Lahirnya Sistem Kartu dari Kekacauan Battle of Santiago