Kementerian Haji Kawal Ketat Pemulangan 23.365 Jemaah, Imbau Patuhi Aturan Bagasi dan Dokumen

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:20 WIB
Kementerian Haji Kawal Ketat Pemulangan 23.365 Jemaah, Imbau Patuhi Aturan Bagasi dan Dokumen

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pengawalan ketat terhadap proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi, dengan target utama menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus kepulangan hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 23.129 jemaah dan 236 petugas, sehingga total keseluruhan jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 23.365 orang.

Dari angka itu, sebanyak 56 kloter dengan 21.948 jemaah dan 224 petugas atau total 22.172 orang telah tiba di Indonesia. Sementara itu, proses kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 7.702 jemaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia, sehingga total kepulangan jemaah dan petugas haji khusus mencapai 8.070 orang.

“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Ichsan di Madinah, Jumat (5/6/2026).

Memasuki fase kepulangan, Kementerian Haji mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan. Dokumen perjalanan seperti paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting lainnya harus disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

“Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jangan sampai hilang. Apabila terjadi kehilangan, segera laporkan kepada ketua kloter dan petugas haji agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Ichsan.

Kementerian Haji juga menegaskan batasan barang bawaan bagi setiap jemaah. Setiap orang hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal tujuh kilogram, dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram. Untuk memperlancar proses pemulangan, maskapai telah melakukan penimbangan bagasi di hotel tempat jemaah menginap pada H-2 keberangkatan.

Setelah ditimbang dan diserahkan kepada petugas, koper bagasi akan menjalani proses pemeriksaan sebelum disimpan di gudang maskapai hingga waktu pemberangkatan.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak menambahkan barang apa pun ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada petugas,” tuturnya.

Kementerian Haji kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apa pun. Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan, menyebabkan pembongkaran koper, keterlambatan distribusi bagasi, bahkan mengganggu kelancaran kepulangan jemaah lainnya.

Ichsan menambahkan, jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri karena setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air.

Di sisi lain, tingginya kepadatan operasional di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mendorong Kementerian Haji Arab Saudi mengalihkan sejumlah penerbangan Saudia Airlines yang mengangkut jemaah Indonesia dari Terminal Haji ke Terminal Internasional (Terminal 1). Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara telah menempatkan sebagian personelnya di Terminal 1 untuk memastikan pelayanan dan pendampingan kepada jemaah tetap berjalan optimal.

“Kami mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gate keberangkatan, dan tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara,” tuturnya.

Kementerian Haji juga mengimbau jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, makan teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Ichsan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar