Cemburu Picu Pembunuhan di Bandung, Pelaku Ditangkap Usai Kabur ke Indramayu

- Rabu, 22 April 2026 | 03:15 WIB
Cemburu Picu Pembunuhan di Bandung, Pelaku Ditangkap Usai Kabur ke Indramayu

Jakarta – Rasa cemburu yang membara disebut-sebut sebagai dalang di balik pembunuhan tragis seorang pria di Bandung. Polrestabes Bandung akhirnya berhasil mengungkap motif itu setelah melakukan penyelidikan mendalam. Korban, Marlin (40), ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sandang, Cinambo.

Kasat Reskrim, AKBP Anton, membeberkan kronologinya. Emosi tersangka, IS (43), ternyata meledak saat ia melihat mantan istrinya sedang bersama korban di dalam satu kamar. Saat itulah, menurut Anton, niat jahat itu muncul.

“Dari penyelidikan, pelaku diduga sakit hati dan cemburu melihat mantan istrinya ada di kamar bersama korban,” jelas Anton kepada awak media.

Ledakan emosi itu berujung pada penganiayaan berat. IS dikabarkan gelap mata dan menghabisi nyawa Marlin di tempat itu juga.

Namun begitu, aksinya tak berhenti di sana. Alih-alih menyerahkan diri, IS malah membawa kabur mantan istrinya. Mereka meluncur ke arah Kabupaten Indramayu menggunakan sepeda motor, mencoba menghilang dari kejaran.

Pelarian itu tentu tak berlangsung lama. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Tim gabungan yang melibatkan Resmob Polda Jabar, Resmob Polrestabes Bandung, dan Unit Reskrim Polsek Cinambo dikerahkan. Jejak IS berhasil dilacak berkat petunjuk di TKP dan kesaksian beberapa warga. Akhirnya, tersangka pun berhasil diamankan.

“Saat ini tersangka sudah menjalani penahanan di Satreskrim Polrestabes Bandung,” tegas Anton. Ia kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.

Peristiwa ini sendiri sempat mengguncang warga Cinambo. Jasad pria berinisial M itu ditemukan pada Jumat (17/4) dini hari, menciptakan suasana mencekam di lokasi. Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata, menyebut pihaknya langsung turun tangan melakukan olah TKP.

"Kami mendapati dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal, dilakukan oleh pelaku yang tidak dikenal saat itu," ujar Mulyana, mengingat kembali suasana pertama kali lokasi kejadian diperiksa.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar