Di tengah dinamika global yang tak menentu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya pandangan tegas. Menurutnya, hilirisasi bukan sekadar wacana, tapi kunci utama untuk mengerek ekonomi nasional, mencapai kemandirian energi, dan tentu saja, menjaga ketahanan pangan kita.
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar, Kamis lalu. Acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar yang ke-XXVI di Hotel Claro Makassar itu dihadiri pelaku usaha dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Di sana, Amran dengan lantang menyatakan Indonesia harus berhenti jadi pengekspor bahan mentah. "Kita tidak boleh lagi hanya mengirimkan bahan baku begitu saja," tegasnya. Nilai tambah yang besar, ujarnya, justru ada di tahap pengolahan lanjutan. Itulah yang harus dinikmati di dalam negeri.
Ia lalu menyebut beberapa komoditas andalan. Kelapa, misalnya. Indonesia penguasa pasar kelapa dunia, nomor satu. Tapi sayangnya, selama ini banyak yang diekspor masih dalam bentuk bulat-bulat.
“Kalau ini diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat. Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri hanya karena packaging, padahal bahan bakunya dari Indonesia,”
Begitu juga dengan gambir. Sekitar 80 persen suplai dunia berasal dari Indonesia, namun masih dalam bentuk setengah jadi. Potensi nilainya, kata Amran, bisa mencapai ribuan triliun jika diolah lebih lanjut. "Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu," ujarnya.
Tak ketinggalan, kelapa sawit atau CPO. Ini komoditas yang disebutnya bisa mengubah peta ekonomi global. Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi dunia. Bayangkan jika semua CPO itu diolah jadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lain.
“Dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai pasar. Artinya, Indonesia sangat menentukan,”
Dampak hilirisasi, lanjut Amran, sangat luas. Bukan cuma menguatkan ekonomi, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, dan tentu saja, mengokohkan posisi Indonesia di kancah internasional.
Namun begitu, jalan menuju swasembada dan hilirisasi ini tidak selalu mulus. Amran mengakui ada pihak-pihak yang tidak senang melihat Indonesia mandiri dan berhenti mengimpor. Tapi ia berjanji pemerintah tak akan mundur.
“Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui pangan, energi, dan hilirisasi. Di situlah masa depan ekonomi Indonesia,"
Upaya keras itu ternyata sudah membuahkan hasil yang nyata, bahkan dirasakan dunia. Amran menyebutkan, Indonesia berhasil mengurangi impor beras secara signifikan, hingga mencapai 7 juta ton. Efeknya, harga beras dunia pun turun drastis, sekitar 44 persen.
“Artinya apa? Indonesia berkontribusi pada dunia dengan menurunkan harga pangan... Dan itu adalah kerja keras kita semua. Bukan saya, kami adalah bagian kecil dari republik ini,”
Pencapaian di bidang pangan ini pun diakui dunia. Badan Pangan Dunia (FAO) memberikan penghargaan tertinggi bidang ketahanan pangan kepada Indonesia dua kali berturut-turut, pada 2024 dan 2025. Sejak itu, minat negara lain untuk belajar dan bekerja sama pun melonjak.
“Negara-negara lain berdatangan belajar. Jepang datang. Tidak pernah kunjungan ke Indonesia selama republik ini berdiri... Begitu datang, mereka belajar karena ada bukti yang kita tunjukkan,”
Di akhir paparannya, Amran menekankan betapa strategisnya urusan pangan ini. Krisis ekonomi atau kesehatan mungkin bisa dihadapi. Tapi krisis pangan adalah cerita lain.
“Tapi begitu krisis pangan akan melompat krisis politik dan konflik sosial bisa terjadi. Negara bisa runtuh kalau krisis pangan. Makanya Presiden kita sangat visioner, dari awal sudah bicara swasembada pangan dan swasembada energi,"
Pesan itu jelas. Hilirisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Untuk kedaulatan, kesejahteraan, dan masa depan Indonesia yang lebih kuat.
Artikel Terkait
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan
DPR Sahkan UU Polri, Penyandang Disabilitas Kini Bisa Daftar Jadi Anggota Polisi
175 Produk Digital Selesaikan Penilaian Mandiri Kepatuhan terhadap PP Perlindungan Anak
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K