Iran Siapkan Aturan Tarif Tol untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

- Jumat, 27 Maret 2026 | 09:35 WIB
Iran Siapkan Aturan Tarif Tol untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Parlemen Iran dikabarkan sedang menyiapkan aturan baru yang cukup kontroversial. Mereka berencana meresmikan tarif bagi kapal-kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz. Rancangan undang-undangnya sendiri disebut-sebut akan selesai dalam waktu dekat, bahkan pekan depan.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Jumat lalu, Selat Hormuz bukanlah jalur sembarangan. Titik sempit di lautan itu adalah urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia, menghubungkan produsen besar dengan pasar global. Tapi sejak konflik Iran dengan AS dan Israel memanas akhir bulan lalu, situasinya berubah drastis.

Jalur itu kini nyaris tertutup total. Hanya segelintir kapal yang bisa lewat, itupun setelah melalui pengawasan super ketat dari pihak Iran. Lalu lintas yang biasanya ramai, kini sepi.

Menariknya, sebelum RUU ini digodok, sudah beredar kabar soal praktik serupa di lapangan. Beberapa media melaporkan, otoritas setempat sempat meminta bayaran hingga 2 juta dolar AS sekitar 34 miliar rupiah dari kapal-kapal tertentu yang ingin melintas. Mereka juga diminta melengkapi data detail, mulai dari awak, muatan, hingga rute pelayaran.

Meski begitu, sejauh ini permintaan pembayaran itu belum seragam. Belum sistematis, katanya.

Nah, rencana pembukaan koridor aman dengan tarif tol ini bikin industri pelayaran serba salah. Di satu sisi, ada tekanan untuk menyelamatkan kapal dan kargo yang terperangkap di Teluk Persia. Tapi di sisi lain, perusahaan pelayaran waswas. Mereka takut kena sanksi dari negara-negara Barat kalau terlihat "bekerja sama" dengan Iran. Belum lagi soal risiko keamanan yang masih menganga.

Padahal, menurut hukum internasional, kebebasan navigasi di selat vital semacam ini seharusnya dijamin. Namun begitu, realitas di lapangan seringkali lebih rumit dari teori.

Seorang anggota parlemen, yang namanya tidak disebutkan, mengonfirmasi percepatan pembahasan RUU ini kepada kantor berita Fars. Pekan depan disebut sebagai target penyelesaian.

Jika nanti benar diterapkan, kebijakan tol laut ini bisa jadi preseden baru. Dan dunia pasti akan menyaksikan dampaknya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar