Letjen TNI Yudi Abrimantyo memutuskan mundur dari posisinya sebagai Kepala BAIS. Langkah pengunduran diri ini tak lepas dari kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS yang diduga melibatkan oknum dari badan intelijen tersebut. Ia menyerahkan jabatannya, Rabu lalu.
Menurut sejumlah saksi, penyerahan tongkat komando berlangsung di Mabes TNI. Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, juru bicara TNI, yang mengonfirmasi berita ini.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS," ujar Aulia dalam konferensi persnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa penggantinya. Posisi puncak di Badan Intelijen Strategis itu masih kosong.
Di sisi lain, TNI sendiri tampaknya sedang gencar melakukan pembenahan. Mereka baru saja menggelar rapat tertutup yang cukup penting. Rapat itu dihadiri langsung oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wamenhan Donny Ermawan, hingga Panglima TNI Agus Subiyanto dan Wakil Panglima Tandyo Budi Revita. Intinya, mereka membahas revitalisasi internal.
Nada tegas terus digaungkan. Institusi berseragam hijau ini berjanji tak akan main-main dalam penegakan hukum. Komitmen itu, disebut-sebut, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"TNI komitmen dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI," tegas Aulia.
Ia melanjutkan, tindakan tegas itu mencakup segala bentuk hukuman, mulai dari proses di peradilan militer, penahanan, pemberhentian dari jabatan, sampai pecat tidak hormat. Tidak ada toleransi.
Menurutnya, penertiban ini sudah berjalan dan menyasar semua lapisan, dari perwira tinggi hingga prajurit biasa. Pelanggarannya pun beragam.
"Termasuk keterlibatan dalam aktivitas ilegal, dan tindak pidana lainnya, tak terkecuali penganiayaan," tambahnya.
Selain penindakan, upaya preventif juga digalakkan. Pengawasan internal diperketat, kualitas kepemimpinan di setiap jenjang ditingkatkan, dan penanaman nilai-nilai integritas digaungkan kembali ke seluruh jajaran.
"Ini sekaligus bentuk dukungan kami pada kebijakan Presiden untuk menguatkan supremasi hukum. Setiap prajurit harus jadi teladan, menjunjung tinggi hukum dan disiplin," pungkas Aulia menutup pernyataannya.
Suasana di Mabes TNI hari itu terasa berat. Langkah sang kepala BAIS mengundurkan diri jelas bukan sekadar rotasi biasa, melainkan sebuah pertanggungjawaban moral yang meninggalkan tanda tanya besar tentang reformasi internal di tubuh TNI ke depannya.
Artikel Terkait
Zulkifli Hasan: Sampah Jakarta Akan Diolah Jadi Listrik Mulai 2027
Polrestabes Makassar Bekuk Tiga Pembobol Rumah di Perumahan Sudiang, Kerugian Capai Rp12,5 Juta
LPDP 2026 Tetapkan Skor Minimal TOEFL dan IPK untuk Pendaftar S2 dan S3
Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Sleman, Warga Mengungsi Akibat Sesak Napas