Veda Ega Pratama Balas Rival, Finis di Depan Hakim Danish pada FP2 Moto3 Prancis

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:00 WIB
Veda Ega Pratama Balas Rival, Finis di Depan Hakim Danish pada FP2 Moto3 Prancis

Perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 Prancis 2026 kembali menghadirkan dinamika yang menegangkan. Setelah tertinggal dari rival Asia Tenggaranya, Hakim Danish, pada hari pertama latihan, pembalap muda Indonesia itu berhasil membalikkan keadaan di sesi FP2 yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Sabtu (9/5/2026).

Meskipun belum mampu menembus jajaran sepuluh besar, Veda menunjukkan perkembangan yang signifikan. Rider Honda Team Asia tersebut sukses finis di posisi ke-20, unggul dua tingkat atas Hakim Danish yang harus puas di urutan ke-22. Hasil ini menjadi respons positif setelah sehari sebelumnya Veda terus berada di belakang pembalap Malaysia itu, baik di FP1 maupun sesi practice.

Sesi FP2 bukanlah perjalanan yang mudah bagi pembalap asal Gunungkidul tersebut. Sejak awal latihan bebas kedua dimulai, ia kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Dalam sepuluh menit pertama, Veda bahkan terus melorot hingga menempati posisi ke-19, tepat di bawah Hakim Danish yang saat itu berada di peringkat ke-18.

Situasi sempat terlihat mengkhawatirkan ketika Veda belum mampu memperbaiki catatan waktunya memasuki pertengahan sesi. Saat waktu latihan menyisakan sekitar 20 menit, ia sempat turun hingga posisi ke-22. Di tengah tekanan itu, Veda tetap berusaha menjaga konsistensi lap demi lap. Fokus utamanya bukan hanya mengejar satu putaran cepat, tetapi mencari feeling motor terbaik untuk menghadapi sesi kualifikasi dan balapan utama.

Pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil. Meski tak melonjak drastis di papan waktu, Veda berhasil memperbaiki performa di akhir sesi dan menutup FP2 di posisi ke-20. Catatan itu cukup untuk membuatnya finis di depan Hakim Danish.

Di sisi lain, penampilan impresif justru ditunjukkan Brian Uriarte. Rider muda Spanyol tersebut tampil kompetitif sepanjang sesi dan sukses mengakhiri FP2 di posisi keempat. Sementara posisi tercepat berhasil direbut Adrian Fernandez dengan catatan waktu 1 menit 40,255 detik. Ia unggul atas Alvaro Carpe dan Adrian Cruces yang melengkapi tiga besar.

Persaingan Moto3 Prancis sendiri kembali memperlihatkan dominasi para rider Spanyol di Le Mans. Namun di tengah ketatnya persaingan itu, duel Veda dan Hakim Danish tetap menjadi perhatian tersendiri bagi publik Asia Tenggara. Rivalitas keduanya memang terus berkembang sejak awal musim.

Pada seri sebelumnya di Jerez, Hakim Danish sempat unggul dalam sesi latihan dan kualifikasi. Namun ketika balapan utama berlangsung, Veda tampil jauh lebih impresif. Saat itu, Veda yang start dari posisi ke-17 berhasil finis keenam. Sebaliknya, Hakim yang memulai balapan dari posisi lebih depan justru finis di urutan ke-13. Fakta itu kembali memperlihatkan satu kekuatan utama Veda: kemampuan menjaga pace balapan dan konsistensi dalam race panjang.

Musim debutnya di Moto3 sejauh ini memang cukup menjanjikan. Veda kini berada di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 37 poin dari empat seri. Pencapaian terbaiknya datang saat sukses merebut podium ketiga di Moto3 Brasil. Hasil tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menarik musim ini.

Sementara itu, puncak klasemen sementara masih dikuasai Maximo Quiles dari CFMoto Gaviota Aspar Team dengan raihan 90 poin. Ia unggul cukup jauh atas Alvaro Carpe yang mengoleksi 53 poin dan Adrian Fernandez dengan 49 poin.

Bagi Veda, hasil FP2 di Le Mans mungkin belum sepenuhnya ideal. Tetapi kemenangan kecil atas Hakim Danish setidaknya memberi sinyal bahwa progresnya masih terus bergerak. Apalagi sebelumnya Veda juga sudah memastikan tiket otomatis ke Q2 usai tampil solid pada sesi practice hari pertama.

Kini fokus berikutnya adalah sesi kualifikasi. Di sirkuit seperti Le Mans yang terkenal sulit diprediksi karena perubahan cuaca ekstrem, posisi start akan sangat menentukan jalannya balapan. Dan seperti yang sudah beberapa kali ia tunjukkan musim ini, Veda Ega Pratama tampaknya lebih nyaman berbicara saat lampu start benar-benar padam dan balapan utama dimulai.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar