Wibawa Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid mulai goyah di tengah panasnya atmosfer menjelang El Clasico. Konflik internal yang kian meruncing membuat sejumlah pemain Los Blancos dilaporkan berani melontarkan ejekan kepada pelatih mereka sendiri, dengan menyematkan julukan “cone” sebuah hinaan yang dalam kultur sepak bola Spanyol dianggap sangat merendahkan.
Kabar ini langsung memicu tanda tanya besar soal kendali Arbeloa di ruang ganti. Situasi tim memang tidak pernah benar-benar pulih sejak mantan bek kanan timnas Spanyol itu ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Xabi Alonso pada Januari lalu. Alih-alih menghadirkan stabilitas, kepemimpinan Arbeloa justru disebut diwarnai perpecahan internal hingga konflik antarpemain.
Sebelum menangani tim utama, Arbeloa dikenal cukup dekat dengan kultur akademi Madrid karena sempat melatih Castilla. Namun, transisinya ke skuad senior ternyata tidak berjalan mulus. Laporan dari media Spanyol menyebut ruang ganti Real Madrid kini terpecah menjadi beberapa kubu. Hubungan antarpemain maupun komunikasi dengan staf pelatih dikabarkan mulai memburuk dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi semakin panas setelah insiden perkelahian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni saat sesi latihan pekan ini. Bentrok tersebut disebut berlangsung cukup serius hingga Valverde harus mendapat perawatan medis. Gelandang asal Uruguay itu bahkan dilaporkan mengalami trauma kranioensefalik dan diperkirakan absen sekitar dua pekan.
Di tengah kondisi yang semakin tidak terkendali, posisi Arbeloa kini ikut menjadi sorotan tajam. Sejumlah laporan radio di Spanyol mengungkap bahwa beberapa pemain Real Madrid mulai memanggil Arbeloa dengan julukan “cone” saat pertandingan berlangsung. Dalam kultur sepak bola Spanyol, istilah tersebut termasuk hinaan yang cukup merendahkan. Sebutan “cone” atau kerucut biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap pasif, mudah ditebak, dan tidak memberikan pengaruh besar di lapangan maupun di ruang ganti identik dengan cone latihan yang hanya diam tanpa pergerakan.
Kabar ini muncul hanya beberapa hari setelah beredar laporan bahwa enam pemain Real Madrid bahkan menolak berbicara dengan Arbeloa saat sesi latihan. Situasi tersebut membuat otoritas dan kepemimpinan mantan pemain Los Blancos itu mulai dipertanyakan secara serius.
Menariknya, julukan “cone” sebenarnya bukan hal baru bagi Arbeloa. Saat masih aktif bermain untuk Real Madrid, ia memang beberapa kali menjadi sasaran ejekan fans dan rival karena gaya bermainnya yang dianggap terlalu aman dan mudah dibaca lawan. Meski sukses memenangkan satu gelar La Liga dan dua trofi UEFA Champions League bersama Real Madrid, Arbeloa tidak pernah benar-benar dipandang sebagai superstar oleh sebagian pendukung Santiago Bernabeu. Sebagai bek sayap, ia lebih dikenal karena kemampuan bertahan dibanding kontribusi menyerang.
Julukan “cone” bahkan sempat viral pada era rivalitas El Clasico setelah beberapa komentar pedas dari Gerard Pique. Pada masa itu, sejumlah fans disebut pernah melempar kerucut mainan ke lapangan sebagai bentuk sindiran terhadap Arbeloa. Meski demikian, Arbeloa kala itu memilih menanggapinya dengan santai dan beberapa kali terlihat ikut tertawa terhadap meme dirinya yang disamakan dengan cone latihan.
Namun kini, ketika julukan tersebut justru muncul dari pemainnya sendiri, situasinya terasa jauh lebih serius. Munculnya ejekan dari internal skuad menjadi sinyal bahwa hubungan antara pelatih dan pemain mulai retak cukup dalam. Jika kondisi ruang ganti tidak segera diperbaiki, situasi ini berpotensi mengganggu stabilitas Real Madrid dalam persaingan musim ini. Terlebih, tekanan terhadap Arbeloa dipastikan akan semakin besar jika hasil di lapangan tidak kunjung membaik.
Kini pertanyaan besar mulai muncul di kalangan publik Santiago Bernabeu: apakah Arbeloa masih memiliki kendali penuh atas ruang ganti Real Madrid?
Artikel Terkait
Inter Milan Tanpa Calhanoglu dan Pio Esposito Saat Hadapi Lazio Jelang Final Coppa Italia
Veda Ega Pratama Balas Rival, Finis di Depan Hakim Danish pada FP2 Moto3 Prancis
Kejanggalan Data Situs Voli: Nama Megawati dan Puan Maharani Muncul dalam Skuad Hyundai Hillstate
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Qatar demi Tiket Perempat Final Piala Asia