Kalau kamu buka peta Indonesia edisi terbaru, ada perubahan kecil yang menarik perhatian. Nama Thailand, tetangga kita di utara, sekarang ditulis sebagai "Tailan". Perubahan ini muncul di Peta NKRI edisi 2025 yang baru saja dirilis oleh Badan Informasi Geospasial, atau BIG.
Menurut sejumlah saksi, kabar peluncuran peta ini pertama kali diumumkan BIG lewat Instagram resminya pada pertengahan Januari 2026 lalu. Di unggahan tersebut, mereka menyertakan barcode yang bisa dipindai untuk mengunduh file peta langsung dari situs resmi mereka.
Perubahan nama itu ternyata konsisten. Bahkan di bagian batas wilayah perairan yang memisahkan Indonesia dan Thailand, label "Tailan" juga sudah digunakan.
Nah, peta edisi terbaru ini nggak cuma soal nama negara aja. Ia menggambarkan dengan detail wilayah kedaulatan dan hak berdaulat kita, lengkap dengan batas darat dan laut yang berbatasan dengan negara lain. Beberapa batas itu sudah final, sementara yang lain masih dalam proses perundingan. Batas administrasi dalam negeri, dari provinsi sampai kabupaten, juga tercantum jelas di sana.
Dwi Maryanto dari Direktorat Atlas dan Pemanfaatan Informasi Geospasial BIG menegaskan pentingnya pemutakhiran ini.
"Pemutakhiran Peta NKRI adalah bagian dari amanat kebijakan nasional untuk memastikan representasi wilayah Indonesia selalu mutakhir, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Dibuat dengan skala 1:5.000.000, peta ini punya tujuan yang cukup strategis. Ia dimaksudkan untuk menegaskan infrastruktur geospasial yang jadi penopang kedaulatan wilayah Indonesia dan hubungannya dengan negara sekitar.
Pada dasarnya, memperbarui Peta NKRI adalah agenda rutin BIG. Kegiatan berkala ini memang penting untuk memastikan peta kita selalu sesuai dengan kondisi terbaru, baik secara administratif maupun geopolitik. Jadi, perubahan seperti penulisan "Tailan" ini adalah bagian dari proses penyempurnaan yang terus berjalan.
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Canangkan Gerakan Dua Jam Tanpa Gawai untuk Pelajar
Brimob Siaga Antisipasi Dampak Sosial Konflik Global
Manchester City Incar Puncak Klasemen dengan Modal Statistik dan Momentum
Bareskrim Sita 76 Ribu Unit Ponsel Ilegal Senilai Rp235 Miliar di Sidoarjo dan Jakarta