Pegadaian Luncurkan GadePreneur 2026, Bina 30 UMKM di Jakarta dan Banten

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:45 WIB
Pegadaian Luncurkan GadePreneur 2026, Bina 30 UMKM di Jakarta dan Banten

Pegadaian Kantor Wilayah IX resmi meluncurkan program GadePreneur 2026 sebagai upaya mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah kerjanya. Sebanyak 30 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga fesyen, tercatat mengikuti program pembinaan ini.

Pemimpin Pegadaian Kantor Wilayah IX, Maryono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang datang dengan latar belakang usaha yang beragam.

“Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir dengan berbagai latar belakang usaha. Hal ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki kreativitas yang tinggi dan membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat berkembang lebih optimal,” ujar Maryono dalam pernyataan resminya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Kalideres, Sunarjati, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang. Menurutnya, pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga penguatan strategi usaha secara menyeluruh.

“Melalui pembinaan seperti ini, kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga memiliki strategi usaha yang lebih matang sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usahanya secara berkelanjutan,” ujar Sunarjati.

Program GadePreneur 2026 merupakan wujud komitmen Pegadaian dalam memberdayakan UMKM agar mampu naik kelas melalui pelatihan bisnis yang terarah dan berkelanjutan. Dalam sesi pembinaan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mentor bisnis nasional, Jaya Setiabudi, yang memberikan evaluasi menyeluruh terhadap produk peserta. Aspek yang dinilai meliputi pasar, kualitas produk, merek, kemasan, distribusi, hingga strategi promosi.

Para peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan pada usaha mereka. Selain memahami pentingnya kualitas produk, mereka juga dibekali pemahaman mengenai fundamental bisnis agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan sebanyak tiga angkatan dan melahirkan banyak alumni UMKM binaan di berbagai wilayah. Pegadaian tidak hanya memberikan pelatihan bisnis berkurikulum, tetapi juga membuka akses pasar, baik secara offline maupun online, bagi para peserta.

Pegadaian Kantor Wilayah IX yang membawahi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Provinsi Banten, berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sektor UMKM dinilai sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus didukung.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar