Timnas Inggris gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang 0-0 oleh Ghana dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Boston Stadium, Amerika Serikat, Kamis (25/6) dini hari WIB. Hasil ini membuat posisi The Three Lions di puncak klasemen grup masih belum aman dengan satu pertandingan sisa melawan Panama. Gareth Southgate yang kini digantikan Thomas Tuchel harus bekerja keras membenahi ketajaman lini depan timnya.
Pertahanan Kokoh Ghana Bungkam Lini Serang Inggris
Sepanjang pertandingan, Inggris mendominasi penguasaan bola dengan angka mencapai 68 persen. Namun, dominasi itu tidak mampu dikonversi menjadi gol oleh anak asuh Thomas Tuchel yang tampil tanpa Harry Kane sebagai starter.
Ghana tampil dengan organisasi pertahanan yang sangat rapat dan disiplin. Formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih Carles Queiroz berhasil mematikan pergerakan lini depan Inggris sepanjang 90 menit pertandingan.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui anak asuhnya kesulitan menembus tembok pertahanan Ghana. "Kami tidak bisa menemukan ruang di sepertiga akhir lapangan, itu masalah terbesar kami," kata Tuchel dikutip dari BBC Sport. Ia juga menyebut Ghana layak mendapatkan satu poin dari pertandingan ini.
Babak pertama menjadi milik Inggris secara statistik tetapi tanpa peluang emas yang benar-benar berarti. Tembakan jarak jauh Jude Bellingham masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Ghana, Lawrence Ati-Zigi. Marcus Rashford yang diturunkan sejak awal juga gagal memberikan ancaman berarti.
Kontroversi Penalti dan Ketegangan di Lapangan
Babak kedua berlangsung lebih sengit dengan Ghana beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Inaki Williams menjadi momok bagi pertahanan Inggris dengan kecepatan yang dimilikinya. Lawrence Ati-Zigi, kiper Ghana, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial yang membuatnya layak menjadi man of the match.
Momen kontroversial terjadi pada menit ke-67 ketika wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, menolak permintaan penalti Inggris setelah Harry Kane jatuh di kotak terlarang usai berduel dengan bek Ghana. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain dan ofisial Inggris yang duduk di bangku cadangan.
"Itu jelas pelanggaran, saya tidak mengerti mengapa VAR tidak turun tangan," ujar bek Inggris John Stones. Carles Queiroz menanggapinya dengan tenang, menyebut wasit sudah mengambil keputusan tepat dalam momen tersebut.
Ketegangan sempat meningkat saat bek Inggris Djed Spence menolak berjabat tangan dengan Thomas Partey sebelum kick-off. Kejadian itu menjadi perbincangan hangat di media sosial usai pertandingan dan menambah bumbu dalam laga penuh emosi antara kedua tim.
Klasemen Grup L Masih Terbuka Lebar
Hasil imbang ini membuat Inggris tetap memuncaki Grup L dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Ghana mengoleksi lima poin di posisi kedua, hanya unggul selisih gol dari Panama yang juga memiliki lima poin setelah mengalahkan Kroasia.
Laga pamungkas melawan Panama akan menjadi penentu bagi Inggris untuk memastikan tiket ke babak 32 besar dengan status juara grup. Jika gagal menang, Inggris bisa turun ke posisi runner-up atau bahkan tersingkir jika Ghana dan Panama sama-sama meraih hasil positif.
Ghana masih memiliki peluang besar untuk lolos meski harus menghadapi Kroasia di laga terakhir. Jika berhasil mempertahankan performa kokoh seperti saat melawan Inggris, Singa Hitam Afrika berpotensi mencuri satu tempat di fase gugur turnamen untuk pertama kalinya sejak 2010.
Pertandingan sengit ini menjadi pengingat bahwa Piala Dunia 2026 penuh dengan kejutan. Tim-tim non-unggulan seperti Ghana mampu memberikan perlawanan sengit kepada raksasa Eropa dan mengubah peta persaingan di Grup L yang sebelumnya dianggap mudah bagi Inggris.
Dampak Hasil Imbang bagi Langkah Inggris ke Depan
Hasil imbang ini menjadi wake-up call bagi Thomas Tuchel yang sebelumnya percaya diri membawa Inggris melaju jauh. Publik Inggris mulai mempertanyakan efektivitas strategi ofensif Tuchel yang gagal membongkar pertahanan rapat Ghana.
Media Inggris menyoroti minimnya kreativitas lini tengah saat Jude Bellingham dijaga ketat. Cole Palmer yang masuk sebagai pemain pengganti juga belum mampu mengubah ritme pertandingan sesuai harapan pelatih.
Tuchel kemungkinan akan melakukan perubahan besar pada starting eleven saat melawan Panama. Harry Kane yang sempat diistirahatkan dipastikan akan kembali menjadi andalan lini depan untuk memastikan kemenangan yang sangat dibutuhkan di laga penentu nanti.
IMAGE_KEYWORDS: Inggris Ghana Piala Dunia 2026, sepak bola stadion Boston, Ghana timnas Afrika, Thomas Tuchel pelatih Inggris, World Cup 2026 match
Artikel Terkait
Aljazair Bangkit dari Kekalahan: Kemenangan atas Yordania Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Afrika Selatan Kejutkan Korea Selatan, Pastikan Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Afrika Selatan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan 1-0
Curaçao Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Debutan Kecil yang Berani Bermimpi