Persis Solo resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala anyar mereka pada Senin malam, 15 Juni 2026, sebagai respons atas degradasi yang dialami klub ke kasta kedua Liga Indonesia Championship musim 2026-2027. Langkah ini diambil manajemen sebagai strategi untuk membangun kembali kekuatan tim setelah musim lalu berakhir dengan kegagalan mempertahankan tempat di Super League.
Eks asisten pelatih Persija Jakarta itu langsung membawa target ambisius: mengembalikan Laskar Sambernyawa ke kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Ricky Nelson, yang memegang lisensi kepelatihan Pro-AFC dan kini berusia 45 tahun, memiliki rekam jejak yang cukup solid di kancah sepak bola Indonesia.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2017 saat dipercaya sebagai pelatih interim Borneo FC. Setahun berselang, ia menangani Persika Karawang sebagai pelatih kepala, kemudian melanjutkan pengabdiannya bersama Sulut United pada musim 2020/2021. Ia sempat melatih Persipura Jayapura pada 2022 dan menjadi asisten pelatih Persija pada 2025 sebelum akhirnya menerima tantangan baru di Solo.
Musim lalu menjadi pukulan telak bagi Persis Solo. Tim finis di posisi ke-16 klasemen Super League 2025-2026 dengan koleksi 34 poin dari 34 pertandingan. Meskipun jumlah poin tersebut sama dengan PSM Makassar yang berada di zona aman, Persis harus turun kasta karena kalah dalam perbandingan head to head. Akibatnya, perjuangan di kasta kedua musim depan menjadi keniscayaan.
Ricky Nelson mengaku menerima tawaran Persis karena yakin dengan komitmen manajemen klub dan potensi besar yang dimiliki tim, termasuk dukungan luar biasa dari suporter di Kota Solo. “Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Karena itulah saya menerima tantangan ini,” ujarnya.
Pria kelahiran Kupang itu menegaskan target utamanya adalah membawa Persis kembali ke Super League. Ia juga berharap dukungan dari suporter tetap solid dan positif demi mencapai tujuan tersebut. “Saya sangat yakin kami akan bisa kembali ke Super League atau Liga 1,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ricky mengingatkan pentingnya persatuan di antara suporter untuk menghindari perpecahan yang dapat menghambat kemajuan tim. “Tentu saja ini dapat digapai, tetapi jangan sampai kita terpecah belah. Kami harus tetap yakin, tetap bersatu, tetap memberikan dukungan yang positif untuk klub ini. Tentu saja pasti ada kritik, tapi saya sangat yakin bahwa kritik yang diberikan adalah kritik yang membangun supaya Persis bisa kembali ke jalur yang seharusnya, yaitu kembali ke Super League,” pungkasnya.
“Saya berharap semua suporter, apapun perbedaan kita, mari kita satukan hati dan pikiran, tidak perlu lagi lihat apa yang terjadi di masa lalu. Sekarang kami harus melihat ke depan dan bersatu padu untuk kembalikan Persis ke Super League,” tambah Ricky menegaskan.
Artikel Terkait
Belgia Tertolong Gol Bunuh Diri, Imbang 1-1 Lawan Mesir di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Uruguay Tertahan 1-1 oleh Arab Saudi di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026
Spanyol Tertahan oleh Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia, De la Fuente Soroti Ketajaman
Arab Saudi dan Uruguay Bermain Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026