Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal kini menjadi bagian dari ekosistem bursa efek. Langkah ini disebutnya mendapat respons positif dari masyarakat.
"Satu-satunya dan mungkin pertama di dunia ini masjid masuk dalam bursa efek dan peminatnya luar biasa," ujar Nasaruddin dalam acara Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungannya dalam pengembangan fasilitas masjid. "Terima kasih Pak Gubernur DKI bekerja sama dengan Masjid Istiqlal. Banyak sekali fasilitas yang diberikan Bapak Gubernur kita yang saat ini kami sangat berterima kasih," katanya.
Menurut Nasaruddin, pengembangan Istiqlal juga didukung oleh berbagai kerja sama dengan pihak lain, baik dari dalam maupun luar negeri. "Kemudian juga beberapa kerja sama dalam dan luar negeri," tuturnya.
Masjid Istiqlal resmi mencatatkan sejarah sebagai masjid pertama di Indonesia yang masuk dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan dana wakaf tunai secara produktif. Kerja sama tersebut dijalankan melalui unit usaha Istiqlal Global Fund (IGF) untuk investasi syariah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
Artikel Terkait
Anggota DPR Minta Kemenag Hati-Hati Kelola Dana Wakaf di Pasar Modal
Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Wakaf Tunai Dikelola untuk Investasi Syariah
OJK dan BEI Buka Suara soal Rencana Pengelolaan Wakaf Masjid Istiqlal Lewat Pasar Modal
Masjid Istiqlal Masuk Ekosistem Bursa, Wakaf Dikelola Lewat Pasar Modal