Ellita Sevilla berhasil menyelesaikan studi Sarjana Teknologi Pangan Universitas Padjadjaran (Unpad) hanya dalam tujuh semester. Ia dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik pada Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026. Prestasi itu diraihnya sambil menjalankan dua bisnis dan aktif di berbagai organisasi.
Selama kuliah, Ellita pernah menjadi Staf Departemen Kewirausahaan HIMATIPAN, Staf Divisi Pengembangan Proyek Kautamaan Srikandi, hingga asisten praktikum mata kuliah Penanganan Pascapanen. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi sejak awal membantu beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengembangkan keterampilan di luar akademik.
"Bagi saya, keterlibatan dalam organisasi pada semester awal bisa membantu dalam beradaptasi dengan lingkungan baru kampus, memperoleh berbagai informasi dari kakak tingkat yang bisa membuat kita merenungkan apa yang ingin dicapai pada semester ke belakang, dan yang paling penting adalah mengembangkan keterampilan diri saya di luar akademik, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen proyek," ujarnya.
Meski aktif di berbagai kegiatan nonakademik, Ellita tetap menempatkan kuliah sebagai prioritas utama. Ia menerapkan manajemen waktu dengan menyusun jadwal yang memuat tenggat tugas kuliah dan agenda organisasi. "Tetapi sejak awal saya memiliki prinsip bahwa tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas utama. Jadi agar aktivitas organisasi tidak mengganggu prestasi akademik, saya membiasakan diri untuk mengatur waktu dengan baik, seperti selalu menyusun jadwal yang berisi deadline tugas dan jadwal organisasi," jelasnya.
Di luar aktivitas kampus, Ellita telah merintis bisnis kue "Ellpastries" sejak duduk di bangku SMA di kampung halamannya, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Usaha tersebut dikelola bersama kakaknya dan tetap berjalan meski ia harus mengelolanya dari jarak jauh selama menempuh pendidikan di Jatinangor. "Ellpastries berawal dari hobi saya membuat pastry, terutama saat pandemi Covid-19. Awalnya hanya membuat untuk keluarga, tetapi karena responsnya sangat positif maka saya dan kakak mencoba menjualnya sebagai usaha kecil," ungkap Ellita.
Ilmu Teknologi Pangan yang dipelajarinya sangat membantu menjalankan bisnis tersebut, mulai dari pengembangan resep, menjaga mutu dan keamanan produk, hingga menentukan umur simpan dan kualitas produk agar tetap konsisten. Selain bisnis kuliner, Ellita juga mengembangkan kursus bahasa Mandarin secara daring melalui "Haola Mandarin". Kemampuan berbahasa Mandarin membawanya menjadi penerjemah subtitle lepas untuk drama pendek berbahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia serta mengajar kursus bahasa Mandarin.
"Harapannya, kedua bidang yang saya tekuni dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.