Banjir bandang menerjang Tapanuli Tengah, dipicu cuaca ekstrem yang tak henti-hentinya mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir. Situasinya benar-benar memprihatinkan.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (25/11) sore, pukul 16.02 WIB, bencana ini telah merenggut nyawa empat orang warga.
Bupati Masinton Pasaribu mengonfirmasi kabar duka ini.
"Korban meninggal dunia 4 jiwa," ujarnya ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa lalu.
Keempat korban jiwa tersebut diketahui berasal dari Desa Mardame, yang terletak di Kecamatan Sitahuis. Mereka yang meninggal adalah:
- Dewi Hutabarat
- Tio Arta Rouli Lumbantobing
- Vania Aurora Lumbantobing
- Ilona Lumbantobing
Di sisi lain, proses pendataan untuk korban yang mengalami luka-luka masih terus dilakukan. Begitu pula dengan penghitungan kerusakan material yang timbul akibat amukan air bah ini. Pemerintah setempat masih kesulitan mendapatkan gambaran lengkap karena situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
"Saat ini air banjir masih menggenangi permukiman penduduk dengan ketinggian variatif mulai dari 25-100 cm," jelas Masinton.
Ia menambahkan dengan nada waspada, "Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah."
Kondisi ini tentu saja memperlambat upaya pemulihan dan menambah kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan.
Artikel Terkait
Timnas Voli Putra Indonesia Hadapi Korea Selatan di Laga Perdana AVC Cup 2026, Target Tembus Empat Besar
Marc Marquez Bidik Rekor Baru di MotoGP Ceko 2026, Aprilia Incar Kebangkitan
Meksiko Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel 1-0
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki Usai Tekel Keras saat Timnya Hajar Qatar 6-0