Banjir Bandang Tapanuli Tengah Tewaskan Empat Jiwa, Permukiman Masih Tergenang

- Selasa, 25 November 2025 | 19:36 WIB
Banjir Bandang Tapanuli Tengah Tewaskan Empat Jiwa, Permukiman Masih Tergenang
Bencana Banjir Bandang Tapanuli Tengah

Banjir bandang menerjang Tapanuli Tengah, dipicu cuaca ekstrem yang tak henti-hentinya mengguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir. Situasinya benar-benar memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (25/11) sore, pukul 16.02 WIB, bencana ini telah merenggut nyawa empat orang warga.

Bupati Masinton Pasaribu mengonfirmasi kabar duka ini.

"Korban meninggal dunia 4 jiwa," ujarnya ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa lalu.

Keempat korban jiwa tersebut diketahui berasal dari Desa Mardame, yang terletak di Kecamatan Sitahuis. Mereka yang meninggal adalah:

  • Dewi Hutabarat
  • Tio Arta Rouli Lumbantobing
  • Vania Aurora Lumbantobing
  • Ilona Lumbantobing

Di sisi lain, proses pendataan untuk korban yang mengalami luka-luka masih terus dilakukan. Begitu pula dengan penghitungan kerusakan material yang timbul akibat amukan air bah ini. Pemerintah setempat masih kesulitan mendapatkan gambaran lengkap karena situasi yang belum sepenuhnya kondusif.

"Saat ini air banjir masih menggenangi permukiman penduduk dengan ketinggian variatif mulai dari 25-100 cm," jelas Masinton.

Ia menambahkan dengan nada waspada, "Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah."

Kondisi ini tentu saja memperlambat upaya pemulihan dan menambah kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar