Langkah penting baru saja diambil oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk. Perusahaan yang berkode EMAS itu akhirnya melakukan pengiriman perdana dore emas, dengan berat 44,04 kilogram, ke fasilitas pemurnian milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Ini bukan sekadar pengiriman rutin, melainkan penanda transisi menuju fase yang lebih matang.
Dengan kata lain, produksi komersial yang stabil kini semakin terlihat di depan mata.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menilai langkah ini cukup dinamis dan cepat. Tujuannya jelas: memastikan kualitas emas dari Tambang Pani benar-benar terjaga sebelum nantinya masuk ke tahap komersial penuh.
"Pengiriman dore untuk pemurnian ini mempertegas kesiapan operasional Pani. Kami fokus memastikan produksi emas berjalan disiplin dan sesuai target tahun ini," jelas Boyke.
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis lalu, dia juga menyinggung soal percepatan pengembangan. "Selain itu, perusahaan mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) guna mencapai produksi yang lebih tinggi dan optimal.”
Nah, bagi yang belum familiar, proses pemurnian dore ini adalah tahap akhir pengolahan. Logam mulia seperti emas murni dipisahkan dari perak dan logam lain dalam batangan dore, biasanya lewat metode kimia atau elektrolisis. Hasil akhirnya? Emas dan perak dalam bentuk murni.
Targetnya pun sudah ditetapkan. Untuk tahun 2026, EMAS memproyeksikan produksi emas dari Pani Gold Mine berada di kisaran 110 ribu hingga 115 ribu ounces.
Namun begitu, ambisi perusahaan tak berhenti di situ. Ada strategi jangka menengah yang sedang digeber, yakni percepatan pembangunan fasilitas CIL. Fasilitas ini nantinya akan melengkapi operasi heap leach yang sudah berjalan. Jika semuanya terintegrasi dengan baik, ini bisa jadi kunci pencapaian produksi optimal sekitar setengah juta ounce emas per tahun.
Bayangkan, dari heap leach kemudian bertahap naik ke CIL, output produksi diharapkan bisa melesat signifikan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Boyke juga menekankan komitmen operasional yang bertanggung jawab. Semua dijalankan sesuai prinsip Good Mining Practices dan tentu saja, standar lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG) yang ketat.
"Dengan sumber daya lebih dari 7 juta ounces dan profil biaya yang kompetitif, Pani diproyeksikan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan produksi dan arus kas Grup Merdeka dalam beberapa tahun mendatang," pungkasnya.
Proyeksi itu yang kini dinanti-nantikan pasar. Sebab, pengiriman perdana ini ibarat lampu hijau bahwa segala rencana besar itu mulai bergerak dari konsep ke realisasi.
Artikel Terkait
IHSG Menguat, Namun MSIN dan APIC Anjlok Lebih dari 20% dalam Seminggu
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Buyback Melonjak Lebih Tinggi
SINI Gelar Rights Issue Rp3,6 Triliun untuk Akuisisi Tambang Batu Bara
IHSG Naik 2,35%, Saham DEFI dan WBSA Melonjak Lebih dari 200%